Turis-turis yang hilang di Nepal mulai melakukan kontak dengan pihak berwenang. Pejabat luar negeri menyambut kabar tersebut.
Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan bahwa sejauh ini 324 warga negara asing telah diselamatkan. Sebelumnya turis yang berhasil diselamatkan berjumlah 121 orang, seperti dikutip dari Japan Today, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, sekitar 590 orang dari 39 negara masih dinyatakan hilang. Genap satu minggu sudah berlalu sejak banjir terjadi pada 26 Agustus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pada hari Rabu bahwa jumlah warga Australia yang hilang dalam bencana tersebut telah berkurang dari 43 menjadi 38 orang, setelah lima orang dipastikan selamat dalam semalam.
"Di tengah semua tragedi ini, kita melihat adanya kabar positif. Hari ini, lima warga Australia lainnya telah dipastikan selamat," ujar Albanese kepada para wartawan.
Ia berharap akan ada kabar positif lebih lanjut. Pihaknya terus berupaya bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu warganya.
Sunil Sharma, juru bicara Dewan Pariwisata Nepal, mengatakan bahwa setidaknya lima wisatawan asing lainnya yang sebelumnya dilaporkan hilang telah menghubungi pihak berwenang melalui surel atau telepon dalam beberapa hari terakhir.
Di perbatasan China, tim penyelamat telah menyelesaikan pembangunan jalan darurat menuju lokasi bencana di Pelabuhan Gyirong di perbatasan Nepal, demikian dilaporkan penyiar negara CCTV pada hari Rabu.
Tim tersebut telah membuka akses bagi alat berat yang akan digunakan dalam pencarian di kompleks perbatasan, yang sebelumnya tersapu oleh banjir. Jalan menuju perlintasan perbatasan tersebut hancur serta tertimbun air, lumpur, dan bebatuan.
Secara terpisah, China melaporkan 16 korban jiwa dan 546 orang hilang per hari Minggu.
Bencana ini bermula pada 26 Agustus di wilayah Himalaya, ketika runtuhnya gletser menyebabkan batu, es, dan air lelehan meluncur ke lembah di bawahnya, sehingga memicu banjir besar di bagian hilir. Luapan air masuk ke sungai-sungai yang mengalir melintasi Tibet dan Nepal, menyebabkan ketinggian air meningkat drastis. Air bah menyapu rumah, bangunan, jalan, dan jembatan, serta membawa lumpur dan bebatuan ke arah hilir.
Baca juga: 622 Turis Masih Hilang di Nepal, Ada WNI? |










































