Menjelajah Gua, Kenali Dulu Segala Risikonya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Gua

Menjelajah Gua, Kenali Dulu Segala Risikonya

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 17 Okt 2013 15:10 WIB
Menjelajah Gua, Kenali Dulu Segala Risikonya
Perjalanan ke dasar Gua Jomblang (Elzam Zami Cimot/ACI)
Jakarta - Menelusuri gua tidaklah sembarangan. Dibutuhkan pengetahuan, ketepatan, dan kecepatan melakukan susur gua, karena nyawa bisa menjadi taruhannya. Berikut adalah risiko bahaya saat menjelajahi gua yang harus kita tahu.

"Risiko menjelajah gua ada dua, yaitu subjektif dan objektif," kata tokoh speleologi asal Sukabumi, Alex Mahmudin Ali kepada detikTravel, Rabu (17/10/2013) sore.

Menurut Alex, risiko subjektif berasal dari orangnya sendiri yang menjelajahi gua. Orang tersebut bisa jadi memiliki pengetahuan yang kurang soal gua dan gegabah akibat tidak memperhatikan arahan-arahan dari pemandu gua. Risiko subjektif ini yang paling fatal adalah kematian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau objektif, itu berasal dari gua atau alamnya sendiri. Seperti gua yang lorongnya berair, itu cukup berbahaya. Sebab, saat musim hujan bisa terjadi banjir di dalam gua dan airnya menutupi lorong gua hingga bagian langit-langitnya," ujar Alex.

Risiko yang biasanya atau standar dialami oleh wisatawan menjelajahi gua adalah lecet, keseleo, atau memar. Hal itu akibat dari benturan terhadap dinding-dinding gua atau bisa jadi Anda terpeleset dan menghantam bebatuan saat berjalan. Namun, hal itu sangatlah wajar.

Alex pun berujar banyak soal pengetahuannya tentang gua. Alex lebih menekankan kepada wisatawan untuk memperbanyak pengetahuan mengenai gua sebelum terjun langsung. Soal hujan yang bisa menyebabkan banjir, Alex tak mau berkompromi.

"Kebanyakan gua itu dialiri oleh air di dalamnya. Benar-benar seram kalau terjadi banjir, harus cepat trekking ke bagian atas karena banjirnya bisa datang tiba-tiba. Jangan masuk gua saat musim hujan," tuturnya.

Untuk meminimalisir lecet-lecet, keseleo, atau memar, Alex mengingatkan tentang caving softly. Wisatawan harus memperhatikan langkahnya dan jangan gerasak-gerusuk saat di dalam gua. Peralatan gua pun harus terus terpasang dengan benar dan tepat!

"Pakaian, sepatu boot, helm, jangan sekali-kali dilepas. Jangan buat jalur baru, karena permukaan gua itu tidak rata. Ikuti arah jalan yang dilalui oleh teman di depan Anda," imbuh Alex.

Bagaimana soal serangan hewan-hewan yang ada di dalam gua? Alex mengungkapkan, kalau risiko dari serangan hewan di dalam gua sangatlah sedikit. Hewan-hewan yang ada di dalam gua kebanyakan adalah serangga yang memakan kotoran hewan.

"Risiko serangan hewan dalam gua tidak begitu tinggi seperti binatang di luar gua yang gerakannya agresif. Pergerakan hewan di dalam gua juga lebih lambat dan lebih santai karena untuk menghemat tenaganya. Paling hanya bakteri saja yang berbahaya untuk tubuh, seperti kotoran kelelawar," kata Alex.

Risiko lainnya juga berasal dari suhu udara yang lembab di dalam gua. Rata-rata, suhu di dalam gua berkisar 16 derajat Celcius. Meski begitu, hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi karena Anda memakai baju khusus dan memakai perlengkapan. Sebaiknya dianjurkan harus banyak minum air sebelum Anda memasuki gua dan dianjurkan untuk membawa air selama menjelajah gua.

Risiko tersesat dalam gua juga bisa terjadi pada wisatawan. Jika Anda tersesat dari rombongan, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah berdiam diri.

"Kalau tersesat, sebaiknya diam saja dan sabar menunggu bantuan datang. Jangan panik, karena Anda pasti akan dicari oleh tim. Selama ini, gua yang menjadi tempat wisata hanya punya satu jalur sehingga aman. Kalau gua bercabang, itu yang bahaya," kata Alex.

Wisatawan yang hendak menjelajahi gua, juga dianjurkan untuk melakukan pemanasan dan tidur cukup sebelumnya. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera dan membuat Anda punya energi cukup untuk menjelajah gua.

Perjalanan menjelajah gua berbeda dengan naik gunung atau menyelam. Anda bakal dibuat takjub oleh ornamen-ornamen dalam gua yang berumur jutaan tahun. Wisatawan memberanikan diri untuk menjelajahi tempat yang gelap dan jarang dijamah oleh orang-orang. Pengalaman menjelajahi gua rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata!

"Ingat, ibu hamil, orang yang punya penyakit epilepsi, dan orang yang punya penyakit jantung tidak dianjurkan untuk menjelajahi gua," pungkas Alex.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads