5 Tempat Wisata dengan Mitos Favorit Anda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Mitos

5 Tempat Wisata dengan Mitos Favorit Anda

Johanes Randy - detikTravel
Kamis, 21 Nov 2013 14:50 WIB
5 Tempat Wisata dengan Mitos Favorit Anda
Probolinggo - Indonesia merupakan salah satu bangsa yang kaya budaya, terbukti dari banyaknya mitos di masyarakat. Dari Indonesia sendiri, setidaknya terdapat 5 tempat wisata yang memiliki mitos terkenal yang jadi favorit wisatawan.

detikTravel menggelar survey di Twitter dari 18-20 November 2013 tentang tempat wisata di Indonesia yang memiliki mitos unik. Dihimpun, Kamis (21/11/2013) inilah 5 tempat wisata dengan mitos favorit Anda:

1. Mitos Beringin Kembar, Yogyakarta (20 persen)

(Epitanta Sitepu/d'Traveler)
Kota Yogyakarta tidak hanya terkenal akan gudeg dan Keraton Yogyakarta, tapi juga pohon beringin kembarnya. Apabila berkunjung ke alun-alun Selatan Yogyakarta yang terletak tidak jauh dari Keraton, Anda akan menemukan pohon beringin kembar di tengahnya. Anda akan melihat banyak orang yang berjalan dengan mata di tutup. Mitosnya, siapapun yang dapat berjalan di antara pohon beringin dengan mata tertutup, akan dikabulkan permintaannya.

Pohon beringin yang sudah ada sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono I itu dipercaya bertuah. Mitosnya, hanya orang berhati bersih yang dapat berjalan di antaranya dengan mata tertutup. Bagi yang curang, akan dihantui oleh hal gaib. Saat malam, di sekitar alun-alun ramai oleh jajanan dan pengunjung yang berwisata. Tempat ini dpililih oleh 20 persen pembaca.

2. Mitos Tanjakan Cinta Semeru, Probolinggo (15 persen)

(Argaditya/d'Traveler)
Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tidak hanya indah, namun memiliki mitosnya tersendiri. Salah satu mitos paling terkenal adalah tentang tanjakan cinta, sebuah jalur di Semeru setelah Pos Ranu Kumbolo menuju arah Oro-oro Ombo. Jalur yang memiliki kemiringan 45 derajat tersebut terkenal akan mitos cinta. Siapa pun yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati tanjakan cinta tanpa menoleh, ia akan berjodoh, dan cintanya akan abadi selamanya.

Mitos tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang hendak mendaki bukit tersebut. Si lelaki berhasil melewati tanjakan terlebih dahulu, sementara pendaki wanita tidak kuat, dan pingsan terguling, lalu meninggal. Terlepas dari percaya atau tidak, cinta itu memang perlu diperjuangkan, ibaratnya mendaki sebuah bukit curam, setuju? Mitos ini dipilih oleh 15 persen pembaca.

3. Mitos Baju Hijau di Pantai Selatan, Yogyakarta (15 persen)

(Desi Dwistratanti Sumadio/d'Traveler)
Apabila mendengar istilah Pantai Ratu Selatan, tentu kita akan teringat tentang mitos Nyi Roro Kidul dan pakaian hijau. Warna hijau adalah kesukaan Ratu Pantai Selatan. Mitosnya, siapa pun yang menggunakan pakaian hijau dan berkunjung ke Pantai Selatan, akan terseret ombak.

Pantai Selatan sendiri terbentang luas dari Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, pantai Selatan Yogyakarta, sampai Semenanjung Purwa di ujung Timur Jawa. Mitos tersebut dipercaya oleh orang Sunda sampai Bali. Percaya atau tidak, intinya jangan berenang terlalu jauh dari garis pantai, atau Anda akan terseret ombak. Mitos ini dipilih oleh 15 persen pembaca, sama seperti mitos sebelumnya.

4. Mitos Tetesan Air Mutiara di Gua Pindul, Gunungkidul (10 persen)

(Rifqia Sandra Nastiti/d'Traveler)
Mitos berikutnya terletak di Gunung Kidul yang kaya akan gua dan pantai nan indah. Lebih tepatnya lagi di Gua Pindul, desa wisata alam yang terletak di Bejiharjo. Gua Pindul sendiri merupakan tempat wisata gua bawah tanah, atau cave tubing. Mitosnya, terdapat air mutiara awet muda bagi siapa pun yang dapat menangkap tetesan air mutiara tersebut.

Air mutiara tersebut tercipta dari embun yang banyak menggantung di atap gua. Embun yang tercipta secara alami tersebut, sesekali menetes dan dipercaya berkhasiat awet muda oleh penduduk. Gua Pindul dapat diakses dengan menggunakan bus jurusan Wonosari dari Yogyakarta, dilanjutkan dengan menaiki ojek. Berwisata di tempat ini sangat menyegarkan. Mitos ini dipilih oleh 10 persen pembaca.

5. Mitos Putus Cinta di Candi Prambanan, Yogyakarta (5 persen)

(Shafa/detikTravel)
Mitos di Candi Prambanan adalah, setiap pasangan kekasih yang datang ke Candi Prambanan akan putus. Mitos tersebut berasal dari legenda Roro Jonggrang yang meminta Bandung Bondowoso untuk membuatkan seribu candi sebagai syarat pinangan. Roro Jonggrang menyiasati pembuatan candi dan membuat Bandung Bondowoso marah. Kutukan Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang, berkembang menjadi mitos tersebut.

Candi Prambanan sendiri merupakan komplek Candi Hindu. Komplek candi megah yang terletak di pinggir Kota Yogyakarta tersebut merupakan situs warisan dunia UNESCO. Melihat dari banyaknya pengunjung, malah Anda bisa mendapat kenalan yang mungkin berjodoh. Mitos tersebut dipilih oleh 5 persen pembaca.
Halaman 2 dari 6
Kota Yogyakarta tidak hanya terkenal akan gudeg dan Keraton Yogyakarta, tapi juga pohon beringin kembarnya. Apabila berkunjung ke alun-alun Selatan Yogyakarta yang terletak tidak jauh dari Keraton, Anda akan menemukan pohon beringin kembar di tengahnya. Anda akan melihat banyak orang yang berjalan dengan mata di tutup. Mitosnya, siapapun yang dapat berjalan di antara pohon beringin dengan mata tertutup, akan dikabulkan permintaannya.

Pohon beringin yang sudah ada sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono I itu dipercaya bertuah. Mitosnya, hanya orang berhati bersih yang dapat berjalan di antaranya dengan mata tertutup. Bagi yang curang, akan dihantui oleh hal gaib. Saat malam, di sekitar alun-alun ramai oleh jajanan dan pengunjung yang berwisata. Tempat ini dpililih oleh 20 persen pembaca.

Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tidak hanya indah, namun memiliki mitosnya tersendiri. Salah satu mitos paling terkenal adalah tentang tanjakan cinta, sebuah jalur di Semeru setelah Pos Ranu Kumbolo menuju arah Oro-oro Ombo. Jalur yang memiliki kemiringan 45 derajat tersebut terkenal akan mitos cinta. Siapa pun yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati tanjakan cinta tanpa menoleh, ia akan berjodoh, dan cintanya akan abadi selamanya.

Mitos tersebut bercerita tentang sepasang kekasih yang hendak mendaki bukit tersebut. Si lelaki berhasil melewati tanjakan terlebih dahulu, sementara pendaki wanita tidak kuat, dan pingsan terguling, lalu meninggal. Terlepas dari percaya atau tidak, cinta itu memang perlu diperjuangkan, ibaratnya mendaki sebuah bukit curam, setuju? Mitos ini dipilih oleh 15 persen pembaca.

Apabila mendengar istilah Pantai Ratu Selatan, tentu kita akan teringat tentang mitos Nyi Roro Kidul dan pakaian hijau. Warna hijau adalah kesukaan Ratu Pantai Selatan. Mitosnya, siapa pun yang menggunakan pakaian hijau dan berkunjung ke Pantai Selatan, akan terseret ombak.

Pantai Selatan sendiri terbentang luas dari Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, pantai Selatan Yogyakarta, sampai Semenanjung Purwa di ujung Timur Jawa. Mitos tersebut dipercaya oleh orang Sunda sampai Bali. Percaya atau tidak, intinya jangan berenang terlalu jauh dari garis pantai, atau Anda akan terseret ombak. Mitos ini dipilih oleh 15 persen pembaca, sama seperti mitos sebelumnya.

Mitos berikutnya terletak di Gunung Kidul yang kaya akan gua dan pantai nan indah. Lebih tepatnya lagi di Gua Pindul, desa wisata alam yang terletak di Bejiharjo. Gua Pindul sendiri merupakan tempat wisata gua bawah tanah, atau cave tubing. Mitosnya, terdapat air mutiara awet muda bagi siapa pun yang dapat menangkap tetesan air mutiara tersebut.

Air mutiara tersebut tercipta dari embun yang banyak menggantung di atap gua. Embun yang tercipta secara alami tersebut, sesekali menetes dan dipercaya berkhasiat awet muda oleh penduduk. Gua Pindul dapat diakses dengan menggunakan bus jurusan Wonosari dari Yogyakarta, dilanjutkan dengan menaiki ojek. Berwisata di tempat ini sangat menyegarkan. Mitos ini dipilih oleh 10 persen pembaca.

Mitos di Candi Prambanan adalah, setiap pasangan kekasih yang datang ke Candi Prambanan akan putus. Mitos tersebut berasal dari legenda Roro Jonggrang yang meminta Bandung Bondowoso untuk membuatkan seribu candi sebagai syarat pinangan. Roro Jonggrang menyiasati pembuatan candi dan membuat Bandung Bondowoso marah. Kutukan Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang, berkembang menjadi mitos tersebut.

Candi Prambanan sendiri merupakan komplek Candi Hindu. Komplek candi megah yang terletak di pinggir Kota Yogyakarta tersebut merupakan situs warisan dunia UNESCO. Melihat dari banyaknya pengunjung, malah Anda bisa mendapat kenalan yang mungkin berjodoh. Mitos tersebut dipilih oleh 5 persen pembaca.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads