Hati-hati, 7 Hewan Laut Ini Berbahaya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Laut

Hati-hati, 7 Hewan Laut Ini Berbahaya

Faela Shafa - detikTravel
Kamis, 28 Nov 2013 11:10 WIB
Hati-hati, 7 Hewan Laut Ini Berbahaya
(Jessica Arawinda/d'Traveler)
Jakarta - Berlibur di laut, harus siap berbagi tempat dengan biota laut di habitat hidup mereka. Berikut ini adalah 7 hewan di laut yang bisa berbahaya bagi Anda. Hati-hati dan hindari!

Meski beberapa hewan terlihat cantik, tapi jangan asal memegangnya karena bisa saja hewan ini berbahaya. Disusun detikTravel, Kamis (28/11/2013), inilah 7 hewan laut yang berbahaya:

1. Ubur-ubur

(Jessica Arawinda/d'Traveler)
Ini adalah salah satu hewan laut yang banyak ditemui traveler saat snorkeling dan diving. Ubur-ubur atau jellyfish berbentuk seperti payung dan menarik perhatian penyelam saat melihatnya. Bentuk lucunya tidak setara dengan sakit yang akan didapat.

Hewan yang satu ini memiliki tentakel panjang dan beracun. Dari dalam tentakel, tersimpan racun berbahaya yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Tingkat iritasi yang diberikan berbeda-beda, tergantung dari jenis ubur-ubur. Mulai dari rasa perih seperti digigit semut hingga rasa sakit bagai terbakar bisa dihasilkan ubur-ubur.

2. Bulu babi

(Thinkstock)
Warnanya hitam, bentuknya bulat, dengan duri di sekelilingnya yang membuatnya terlihat seperti bola. Binatang bernama bulu babi ini cukup sering ditemui di perairan dangkal. Ia suka berada di antara karang, atau di dasar perairan. Yang bahaya adalah durinya.

Duri bulu babi cukup rapuh dan berbahaya bila tersentuh kulit. Jika tertusuk, durinya tersebut bisa tertinggal di lapisan kulit, dan tentu saja meninggalkan rasa sakit. Kalau terlanjur tertusuk, caranya menanggulinya cukup mudah. Anda bisa menghancurkan duri dengan menumbuknya dari luar, kemudian ditetesi amoniak, seperti urine.

3. Karang api

(terangi.or.id)
Hati-hati saat mendatangi terumbu karang. Meski terlihat cantik dari jauh, bukan berarti terumbu karang bisa sembarang terpegang. Jika bertemu dengan terumbu karang yang berwarna kuning pucat, jangan sekali-kali memegangnya dengan tangan telanjang.

Karena, itu adalah karang api yang berbahaya. Jika menyentuhnya, kulit akan terasa sangat panas seperti terbakar.

4. Konus

(wikimedia.org)
Bentuknya yang seperti keong atau kerang laut membuat penyelam tertarik ingin langsung mengambilnya. Segera urungkan niat Anda karena hewan yang satu ini berbahaya. Di bagian bawah, ada bukaan cangkang yang bisa mengeluarkan racun. Jadi jangan sekali-kali menyentuh apalagi mengambilnya.

Tak main-main, racun yang dikeluarkan konus menyerang syaraf dan bisa menyebabkan kematian. Hii! Racun syaraf atau neurotoksin ini spontan dikeluarkan konus jika dirinya merasa terancam. Melalui saluran seperti selang sepanjang 25 mm, konus akan menembak sang pengancam dengan racunnya.

5. Ikan Lepu Ayam (Lionfish)

(Susan Stephanie/d'Traveler)
Lionfish mudah ditemui di banyak perairan Indonesia. Ikan ini memiliki bentuk yang lucu dengan sulur yang menghiasi seluruh tubuhnya. Tapi hati-hati, jewan yang biasa hidup di karang ini memiliki duri beracun yang adanya di sirip punggung.

Rasa sakit yang ditimbulkan dari duri lepu ayam bisa bertahan hingga 6 jam. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa menggunakan air panas yang dicampur cuka atau irisan lemon.

6. Ikan pari

(Afif/detikTravel)
Agaknya, sudah banyak yang tahu mengenai bahaya yang bisa disebabkan oleh ikan pari. Ikan bertubuh pipih ini memiliki racun di ekronya. Biasanya, hewan ini berada di dasar laut yang berpasir. Racun yang ditimbulkan tidak terlalu parah, namun cukup menyakitkan.

Selain sakit karena tusukannya, orang yang terkena tusukan buntut pari juga bisa terkena racunnya. Racun paling berbahaya dari buntut pari ini bisa menyebabkan luka pada otot. Jika terlalu fatal, korban terkena tusukan buntutnya bisa meninggal.

7. Bintang Laut Mahkota Duri

(school.homeoclass.ru)
Hewan yang memiliki nama latin Acanthaster planci ini memiliki penampakan luar yang cantik lewat warnanya yang cerah. Tapi ternyata, hewan ini punya racun yang cukup berbahaya. Ukuran bintang laut ini cukup beragam, ada yang kecil hingga paling besar mencapai 60 cm.

Hewan yang termasuk dalam predator ini memiliki duri dengan racun yang sangat kuat. Malah, saking kuatnya racun ini bisa menembus wetsuit atau baju selam, sarung tangan, hingga boots para penyelam. Efek yang dirasakan korban adalah rasa sakit dan bengkak pada tubuh, hingga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Halaman 2 dari 8
Ini adalah salah satu hewan laut yang banyak ditemui traveler saat snorkeling dan diving. Ubur-ubur atau jellyfish berbentuk seperti payung dan menarik perhatian penyelam saat melihatnya. Bentuk lucunya tidak setara dengan sakit yang akan didapat.

Hewan yang satu ini memiliki tentakel panjang dan beracun. Dari dalam tentakel, tersimpan racun berbahaya yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Tingkat iritasi yang diberikan berbeda-beda, tergantung dari jenis ubur-ubur. Mulai dari rasa perih seperti digigit semut hingga rasa sakit bagai terbakar bisa dihasilkan ubur-ubur.

Warnanya hitam, bentuknya bulat, dengan duri di sekelilingnya yang membuatnya terlihat seperti bola. Binatang bernama bulu babi ini cukup sering ditemui di perairan dangkal. Ia suka berada di antara karang, atau di dasar perairan. Yang bahaya adalah durinya.

Duri bulu babi cukup rapuh dan berbahaya bila tersentuh kulit. Jika tertusuk, durinya tersebut bisa tertinggal di lapisan kulit, dan tentu saja meninggalkan rasa sakit. Kalau terlanjur tertusuk, caranya menanggulinya cukup mudah. Anda bisa menghancurkan duri dengan menumbuknya dari luar, kemudian ditetesi amoniak, seperti urine.

Hati-hati saat mendatangi terumbu karang. Meski terlihat cantik dari jauh, bukan berarti terumbu karang bisa sembarang terpegang. Jika bertemu dengan terumbu karang yang berwarna kuning pucat, jangan sekali-kali memegangnya dengan tangan telanjang.

Karena, itu adalah karang api yang berbahaya. Jika menyentuhnya, kulit akan terasa sangat panas seperti terbakar.

Bentuknya yang seperti keong atau kerang laut membuat penyelam tertarik ingin langsung mengambilnya. Segera urungkan niat Anda karena hewan yang satu ini berbahaya. Di bagian bawah, ada bukaan cangkang yang bisa mengeluarkan racun. Jadi jangan sekali-kali menyentuh apalagi mengambilnya.

Tak main-main, racun yang dikeluarkan konus menyerang syaraf dan bisa menyebabkan kematian. Hii! Racun syaraf atau neurotoksin ini spontan dikeluarkan konus jika dirinya merasa terancam. Melalui saluran seperti selang sepanjang 25 mm, konus akan menembak sang pengancam dengan racunnya.

Lionfish mudah ditemui di banyak perairan Indonesia. Ikan ini memiliki bentuk yang lucu dengan sulur yang menghiasi seluruh tubuhnya. Tapi hati-hati, jewan yang biasa hidup di karang ini memiliki duri beracun yang adanya di sirip punggung.

Rasa sakit yang ditimbulkan dari duri lepu ayam bisa bertahan hingga 6 jam. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa menggunakan air panas yang dicampur cuka atau irisan lemon.

Agaknya, sudah banyak yang tahu mengenai bahaya yang bisa disebabkan oleh ikan pari. Ikan bertubuh pipih ini memiliki racun di ekronya. Biasanya, hewan ini berada di dasar laut yang berpasir. Racun yang ditimbulkan tidak terlalu parah, namun cukup menyakitkan.

Selain sakit karena tusukannya, orang yang terkena tusukan buntut pari juga bisa terkena racunnya. Racun paling berbahaya dari buntut pari ini bisa menyebabkan luka pada otot. Jika terlalu fatal, korban terkena tusukan buntutnya bisa meninggal.

Hewan yang memiliki nama latin Acanthaster planci ini memiliki penampakan luar yang cantik lewat warnanya yang cerah. Tapi ternyata, hewan ini punya racun yang cukup berbahaya. Ukuran bintang laut ini cukup beragam, ada yang kecil hingga paling besar mencapai 60 cm.

Hewan yang termasuk dalam predator ini memiliki duri dengan racun yang sangat kuat. Malah, saking kuatnya racun ini bisa menembus wetsuit atau baju selam, sarung tangan, hingga boots para penyelam. Efek yang dirasakan korban adalah rasa sakit dan bengkak pada tubuh, hingga bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads