Dilansir dari News Australia, Kamis (12/12/2013) adalah penumpang bernama Mike Dixon yang mengalami kejadian tragis tersebut. Pria berusia 46 tahun ini awalnya merasa nyaman-nyaman saja saat duduk dan bakal terbang dari Las Vegas ke London.
Dixon duduk di bagian tengah-tengah bangku dengan penumpang di kiri dan kanannya. Baru saja duduk, Dixon tiba-tiba merasa tangannya berkedut dan pusing. Dixon mengira dia hanya sakit biasa, tapi ternyata dia mengalami stroke berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang terjadi setelah Dixon kena stroke di dalam pesawat? Badannya seolah mati rasa alias lumpuh. Dia tidak bisa berbicara, bahkan tak bisa bergerak. Celaka! Dixon pun tak bisa meminta pertolongan pada penumpang sebelahnya atau awak kabin.
Alhasil, Dixon hanya bisa diam selama 9 jam dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Ketika pesawat mendarat, penumpang di sebelahnya sudah meminta Dixon untuk bergeser namun dia tidak merespon. Penumpang tersebut pun tak menaruh curiga dan akhirnya dia melewati kaki Dixon begitu saja.
"Dia meminta saya untuk bergerak, tapi tentu saja saya tidak bisa," tutur Dixon.
Beruntung, salah satu pramugari Virgin Atlantic saat itu langsung menyadari apa yang terjadi kepada Dixon setelah semua penumpang turun. Para awak kabin pun bergerak cepat melarikan Dixon ke rumah sakit terdekat.
Dixon akhirnya dirawat di rumah sakit dan butuh waktu 6 bulan untuk bisa benar-benar sehat kembali. Dixon pun lantas memuji awak kabin Virgin Atlantic yang dinilai sudah melakukan tindakan cepat.
(/)










































