Pembajakan pesawat ini terjadi pada 11 Januari 2014 dengan rute penerbangan Madrid-Paris. Pesawat yang membawa 170 penumpang ini terpaksa berhenti di Nantes, Prancis karena ada pembatasan waktu kebisingan malam di Bandara Beauvais, Paris, Prancis.
Penundaan penerbangan pun terjadi selama beberapa jam. Beberapa penumpang dikatakan kesal dan melakukan pemberontakan di dalam pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sekadar menyandera, penumpang ini bertindak brutal dengan menjarah makanan dan minuman yang ada di pesawat. Rokok dan parfum pun jadi incaran penumpang ini.
"Mereka bertindak seperti hewan kepada awak pesawat," lanjutnya.
Anehnya, ternyata tindakan brutal sebagian penumpang ini malah dibela penumpang lain. Dengan mengambil alasan lelah, penumpang mendukung pembajakan ini.
"Saya bukanlah pencuri ataupun penyandera. Kami sudah lelah, gelisah dengan situasi ini. Kami lapar, haus dan tidak ada satu pun staf yang memberikan informasi perihal ini," kata salah satu penumpang.
Terkunci dalam pesawat selama 7 jam, jadi alasan utama mengapa penumpang perlu bertindak demikian. "Kami hanya perlu membantu diri kami sendiri," belanya.
(ptr/shf)











































Komentar Terbanyak
Malaysia Mulai Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Kebakaran Hutan RI
Sungai-Sungai Eropa Menyusut Kering, Krisis Air hingga Ganggu Pariwisata
Gunung Lokon, Highland Tomohon yang Bikin Betah Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota