Jakarta -
Pasir yang lembut dan perairan yang jernih menjadikan pantai sebagai destinasi favorit liburan. Nyatanya, banyak juga hal berbahaya yang bisa terjadi di sana. Apa saja?
Jika salah, bisa saja Anda terseret ombak atau kena serangan hiu saat liburan ke pantai. Dari Smarter Travel, Kamis (5/2/2014), inilah 5 hal bahaya yang bisa ditemui di pantai:
1. Arus bawah laut
(Eliya/CC Attribution)
|
Beberapa pantai bisa terlihat aman dari daratan, tapi tidak begitu saat sudah masuk ke dalam airnya. Ombak yang bergulung tidak cuma di permukaan tapi juga di bawah air.
Ada beberapa pantai yang memiliki arus bawah sehingga menarik para wisatawan yang sedang berenang. Saat arus sedang kacau, bisa saja Anda terseret arus dan hilang begitu saja. Maka dari itu, cari tahu seperti apa arus yang ada di pantai tersebut.
2. Hiu
(USFWS Headquarters/CC Attribution)
|
Serangan hiu bukanlah hal baru. Di beberapa pantai seperti Hawaii atau Australia selalu punya musim di mana banyak hiu yang akan mendekat ke pantai. Saat itulah, pengunjung dilarang berenang selama beberapa waktu tertentu.
Namun, bukan berarti di luar musim tersebut pengunjung bisa aman berenang. Karena hiu bisa saja mendekat tanpa disadari. Hingga tiba-tiba, salah satu pengunjung diserang atau malah ditarik ke dalam laut.
3. Ganggang beracun
(Thinkstock)
|
Warna yang cerah tidak selamanya aman. Serangan ganggang di beberapa pantai bisa lebih dari sekadar gangguan. Ganggang yang muncul tiba-tiba hingga bisa menutupi seluruh tepian pantai bisa saja berbahaya.
Beberapa efek dari ganggang beracun ini antara lain diare, muntah-muntah, keram, bahkan kematian. Jadi, saat melihat tepian pantai yang dipenuhi ganggang, jangan langsung mengambil tanpa pelindung kulit ya!
4. Kelapa jatuh
(Thinkstock)
|
Mungkin terdengar lucu, namun Anda takkan tertawa saat mengalaminya. Banyak turis senang duduk di bawah naungan pohon kelapa, terutama saat siang hari. Tapi sadarkah, bahwa mungkin saja buah kelapa jatuh dan mengenai Anda.
5. Air yang tak bersih
(Thinktock)
|
Polusi air pantai bukanlah hal baru. Tapi, jangan asal mengabaikannya karena bisa saja ini jadi bumerang untuk Anda. Ketahui apakah air pantai tersebut telah terkontaminasi atau tidak.
Jika langsung meloncat ke air, bisa-bisa kulit ruam karena terkena kontaminasi air. Lebih parah, malah kulit bisa saja alergi yang sulit sembuh.
Beberapa pantai bisa terlihat aman dari daratan, tapi tidak begitu saat sudah masuk ke dalam airnya. Ombak yang bergulung tidak cuma di permukaan tapi juga di bawah air.
Ada beberapa pantai yang memiliki arus bawah sehingga menarik para wisatawan yang sedang berenang. Saat arus sedang kacau, bisa saja Anda terseret arus dan hilang begitu saja. Maka dari itu, cari tahu seperti apa arus yang ada di pantai tersebut.
Serangan hiu bukanlah hal baru. Di beberapa pantai seperti Hawaii atau Australia selalu punya musim di mana banyak hiu yang akan mendekat ke pantai. Saat itulah, pengunjung dilarang berenang selama beberapa waktu tertentu.
Namun, bukan berarti di luar musim tersebut pengunjung bisa aman berenang. Karena hiu bisa saja mendekat tanpa disadari. Hingga tiba-tiba, salah satu pengunjung diserang atau malah ditarik ke dalam laut.
Warna yang cerah tidak selamanya aman. Serangan ganggang di beberapa pantai bisa lebih dari sekadar gangguan. Ganggang yang muncul tiba-tiba hingga bisa menutupi seluruh tepian pantai bisa saja berbahaya.
Beberapa efek dari ganggang beracun ini antara lain diare, muntah-muntah, keram, bahkan kematian. Jadi, saat melihat tepian pantai yang dipenuhi ganggang, jangan langsung mengambil tanpa pelindung kulit ya!
Mungkin terdengar lucu, namun Anda takkan tertawa saat mengalaminya. Banyak turis senang duduk di bawah naungan pohon kelapa, terutama saat siang hari. Tapi sadarkah, bahwa mungkin saja buah kelapa jatuh dan mengenai Anda.
Polusi air pantai bukanlah hal baru. Tapi, jangan asal mengabaikannya karena bisa saja ini jadi bumerang untuk Anda. Ketahui apakah air pantai tersebut telah terkontaminasi atau tidak.
Jika langsung meloncat ke air, bisa-bisa kulit ruam karena terkena kontaminasi air. Lebih parah, malah kulit bisa saja alergi yang sulit sembuh.
(sst/sst)