"Jadi yang menyebabkan peristiwa seperti ini adalah karena badai," kata instruktur selam dari Bali Stingray Divers, Putu Sudiartana kepada detikTravel, Selasa (18/2/2014).
Putu yang menjadi salah satu regu penyelamat pun bercerita, awal mula peristiwa hilangnya 7 turis Jepang adalah karena langit yang tiba-tiba menjadi gelap. Tak lama, ada hujan angin dan terjadi badai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, badai menjadi ancaman terbesar bagi traveler yang menyelam di perairan Nusa Lembongan atau di sekitarnya. Perairan di sana sejatinya sudah berarus. Lalu kalau ditambah badai dan angin, penyelam bisa terpontang-panting terbawa arus di dalam laut.
Masalahnya tak sampai di situ. Badai yang terjadi di sekitar Nusa Lembongan dan Nusa Penida banyak yang bersifat dadakan. Artinya, penyelam tidak dapat menerka akan terjadi badai atau bisa saja badai muncul saat sedang berada di bawah air.
"Nusa Lembongan lokasinya ada di selatan Indonesia dan jadi salah satu pulau terluar. Memang banyak badai dadakan di sana," papar Putu.
Menanggapi hal tersebut, Putu menekankan pada dive guide atau pemandu selam. Menurutnya, menyelam di perairan Nusa Lembongan atau di Nusa Penida harus didampingi pemandu selam yang professional dan mengerti tentang pengalaman menyelam tamunya.
"Saya selalu lihat jam terbang tamu yang akan saya bawa selam, apakah dia sudah berpengalaman atau tidak. Kalau menyelam di sana, baiknya punya dive guide ekstra. Satu pemandu dua penyelam, bukan empat penyelam satu pemandu!" tegas Putu.
Hingga kini, 5 dari 7 turis Jepang telah berhasil ditemukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan tim SAR. Mereka ditemukan di bebatuan tebing di selatan Pulau Nusa Penida. Pencarian untuk mencari dua yang hilang sisanya pun masih terus dilakukan.
"Ini kejadian baru pertama kali yang sampai hilang begini. Sebelumnya memang ada tapi tidak separah ini, misalnya pagi hilang lalu sorenya bisa ditemukan," tandas Putu.
(aff/aff)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA