Centro Financiero Confinanzas alias Tower of David merupakan satu dari tiga gedung pencakar langit paling tinggi di Kota Caracas. Berbicara tentang sejarahnya, awal mula pembangunan gedung digagas oleh David Brillembourg dengan pembangunan dimulai tahun 1990. Tapi sayang, hingga kini pembangunan Tower of David ternyata belum selesai!
Tahun 1994-an, krisis keuangan menimpa Venezuela dan David Brillembourg meninggal dunia. Alhasil, pembangunan Tower of David tidak rampung. Meski tampak luar gedungnya sudah berdiri gagah dengan 45 lantai, tapi konstruksi dan bagian-bagian dalamnya masih banyak yang terbengkalai.
Setelah itu, Tower of David justru diserbu oleh penduduk sekitar yang tidak mempunyai tempat tinggal. Mereka membangun tempat tinggal di sana, walau bangunannya belum selesai benar. Total, ada sekitar 3.000 penghuni liar di sana yang menempati hingga lantai 28.
Fotografer Reuters, Jorge Silva begitu tertarik dengan Tower of David. Seperti dilansir dari Photographers' Blog Reuters, Rabu (8/4/2014) Jorge melakukan penelusuran ke Tower of David.
Penelusuran Jorge berawal dari rasa penasaran. Banyak media dan perbincangan dari masyarakat Caracas yang menyebut Tower of David sebagai pemukiman kumuh tertinggi di dunia, Menara Teror dan masih banyak lagi. Bahkan, Tower of David disebut sebagai sarangnya para penjahat dan pemerkosa. Penghuni Tower of David juga dikenal sensitif dengan media.
Jorge pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke Tower of David. Jorge tidak mau termakan omongan orang atau media-media lain. Jorge hanya ingin memotret kehidupan di dalam gedung tersebut dan mengenal penghuninya dari dekat. Akhirnya, Jorger bertemu dengan seorang wanita bernama Thais di dasar gedung yang sebagai salah satu penghuni Tower of David.
"Ah, jadi Anda datang untuk tidak melihat buaya kami yang diikat di ruang bawah tanah? Sebab, kata orang-orang di luar sana kami punya buaya dan bisa membuat siapa saja yang datang ketakutan," ujar Thais bercanda saat menyambut kedatangan Jorge.
Thais lantas mengajak Jorge memasuki Tower of David tersebut. Asal tahu saja, rupanya aliran listrik di dalam gedungnya belum menerangi tiap 'rumah' di dalamnya. Temboknya pun masih banyak yang belum selesai dicat dan begitu juga bagian langit-langit di dalamnya. Yang bikin deg-degan, beberapa penghuni meletakan kasur persis di pinggir jendela kaca yang lebar!
Tingkat keamanan soal fasilitas di Tower of David memang mencemaskan. Namun, Jorge melihat satu hal yang menarik di dalam gedungnya. Terlepas dari fasilitas dan suasana yang terlihat kumuh, rasa kekeluargaan di dalam Tower of David sangat erat sekali.
Beberapa penghuni mendirikan toko pakaian, salon dan penitipan anak-anak. Anak-anak pun berkeliaran bermain di dalam gedung. Tiap penghuni terlihat tak segan untuk saling berbagi makanan dan saling menyapa. Jorge malah merasakan, tinggal di dalam gedung yang kata orang-orang kumuh ini justru lebih aman daripada tinggal di luarnya.
Jorge terus memotret apa pun yang dia temui. Akhir cerita, Jorge bertemu penghuni lainnya bernama Gabriel Rivas dan saudaranya Franklin di atas atap lantai 28. Mereka berdua sedang berolahraga mengangkat beban. Pemandangan di belakangnya adalah lanskap Kota Caracas dari ketinggian.
Apartemen, gedung-gedung dan rumah-rumah di Kota Caracas terlihat bagai miniatur saja. Bahkan, pegunungan hijau terlihat jelas seolah menyelimuti kotanya.
Gabriel lantas bertanya pada Jorge, "Apakah kita yang tinggal di Tower of David adalah yang terkaya di antara orang miskin?"
(aff/aff)










































