Ada saja bencana yang bisa terjadi setiap hari di pantai. Salah satunya tenggelam. Untuk itu, di pantai, wajib hukumnya memiliki lifeguard atau penjaga pantai. Mereka akan siap sedia menolong para wisatawan yang tenggelam di laut.
Di Pangandaran, Jawa Barat, ada Balawisata yang jadi kantor para penjaga pantai. Balawisata sendiri adalah Badan Penjaga Wisata Tirta. Di Indonesia, baru ada 8 Balawisata, salah satunya di Pangandaran.
"Penjaga pantai ini penting karena menjadi alert system," kata Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam kunjungan kerja ke Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (12/4/2014).
Di Pangandaran, menurut Ketua Balawisata, Dodo Taryana dalam waktu yang sama, ada 30 penjaga pantai. Sekitar lebih dari 20 orang sudah mendapat sertifikasi Bronze.
"Untuk bisa bekerja di Balawisata, setidaknya harus punya sertifikat Bronze, dan mendapatkannya harus ikut pelatihan di Bali," tutur Dodo.
Sayangnya, masih banyak kekurangan di Balatirta Pangandaran. Namun, Menparekraf, Mari Elka Pangestu berencana membuat standart untuk para penjaga pantai di seluruh Indonesia, termasuk Pangandaran.
"Kami sudah catat, dan kami akan dukung mulai dari standarisasi hingga peralatan," lanjut Mari.
Sejauh ini, Balawisata telah banyak berguna bagi kelangsungan pariwisata di Pangandaran. Dari 2007-2013, sudah ada 1.243 laka laut (kecelakaan di pantai), di mana ada 1.228 orang yang selamat dan 15 orang meninggal.
(ptr/ptr)











































Komentar Terbanyak
Gunung Lokon, Highland Tomohon yang Bikin Betah Menjauh dari Hiruk Pikuk Kota
Sungai-Sungai Eropa Menyusut Kering, Krisis Air hingga Ganggu Pariwisata
Seragam Baru Pramugari Garuda Indonesia, Kaya Budaya