Tak sedikit destinasi di dunia yang punya kisah mistis. Tak sedikit pula wisatawan yang penasaran, lalu mencoba uji nyali di tempat-tempat tersebut. Ini adalah hal yang wajar, mengingat tiap manusia punya rasa penasaran.
"Wisata mistis biasa dilakukan 1 kelompok atau komunitas, mereka datang ke tempat-tempat angker. Tak sekadar mengunjungi, tapi juga mencoba berinteraksi dengan berbagai fenomena alam yang bisa saja terjadi," tutur paranormal Ki Prana Lewu saat dihubungi detikTravel, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tempat-tempat angker itu ulah oknum atau manusia. Dengan perantara tangan manusia, menguatkan fenomena gaib yang ada. Misalnya dengan memberi sesajen atau melanggar aturan yang ada demi munculnya aktivitas astral," tambah paranormal yang pernah jadi host acara Jejak Paranormal tersebut.
Namun tak bisa dipungkiri, wisata mistis terus menjamur terutama di Indonesia. Para penguji nyali biasanya mencoba mencari tahu, mengulas dan mencari informasi soal kisah yang beredar di sebuah destinasi. Contoh paling gampang adalah keberadaan kuntilanak merah yang konon menghantui Terowongan Casablanca, Jakarta.
"Jangankan tempat sepi, tempat yang ramai dikunjungi pun pasti ada aktivitas astral. Dan satu yang perlu diketahui, semua mahluk ciptaan Tuhan," tambahnya.
Berwisata mistis menurutnya bukanlah hal yang salah, mereka yang berminat hanya perlu mengetahui prinsip dasar dan risiko yang terkadang di luar akal sehat manusia. Lalu kalau ingin berwisata mistis, apa saja yang harus disiapkan?
"Keberanian. Kuat mental, fisik, iman, juga jantung. Karena percaya tidak percaya, sesuatu hal bisa saja terjadi di luar akal sehat manusia. Itulah mengapa kita harus kuat saat memutuskan akan berwisata mistis," tutupnya.
(ptr/fay)










































