The Sunan Hotel Solo Gelar Festival Makanan Tradisional

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

The Sunan Hotel Solo Gelar Festival Makanan Tradisional

- detikTravel
Kamis, 25 Sep 2014 20:15 WIB
The Sunan Hotel Solo Gelar Festival Makanan Tradisional
(The Sunan Hotel Solo)
Jakarta -

‎Jika hendak berakhir pekan di Solo, sempatkan melongok festival kuliner yang satu ini. Hanya dengan uang Rp 2.000-10.000, wisatawan bisa menikmati aneka makanan tradisional Solo yang digelar The Sunan Hotel Solo.

Festival kuliner tradisional The Sunan Hotel Solo digelar 25-27 September 2014, mulai pukul 15.00-19.00 WIB. Beberapa makanan dalam Traditional Dessert Festival ini sudah nyaris punah. Menunya sudah dipilih oleh pihak hotel dari pedagang asli yang menjaga kualitas makanannya.

Pihak hotel sama sekali tidak memasak sendiri. Semua makanan itu didatangkan langsung dari pedagang aslinya di kampung-kampung di Solo. Tentu saja sudah dipilih sedemikian rupa yang rasanya pantas disuguhkan dan kualitas makanannya terjaga dengan baik. 16 Pedagang kecil didatangkan, mereka memboyong 28 jenis makanan tradisional di hotel bintang lima tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak menarik biaya sewa dari para pedagang, bahkan ada sekadar tali asih dari kami untuk pedagang. Semua hasil penjualan sepenuhnya hak pedagang. Acara ini memang program kami untuk mengangkat dan memanggil kembali memori kita tentang jajanan tradisional yang nyaris terlupakan," ‎ujar Humas The Sunan Hotel, Retno Wulandari, Kamis (25/9/2014) petang.

Anda bisa menikmati putu bumbung, gulali, opak angin, sempe, leker, gandhos rangin, sate kere, cabuk rambak, jadah blondho, serabi Solo, selat Solo, arum manis, thiwul, pecel ndeso dan berbagai menu lainnya. Makanan yang sudah siap saji didisplai di lobi hotel, sedangkan yang harus dimatangkan dengan cara dimasak atau dibakar didisplai di luar gedung agar asapnya tidak mengganggu sistem pengaturan udara di hotel.

Harganya juga tetap harga kampung. Anda cukup membayar Rp 3.000‎ untuk membeli jenang grendul, Rp 5.000 untuk dhawet ayu, Rp 3.000 untuk pecel ndeso, Rp 10.000 untuk selat Solo yang khas itu. Anda juga bisa membawa pulang sebungkus opak angin dengan membayar Rp 5.000.

"Untuk tamu-tamu asing, kita memang sengaja menyuguhkan sebagai bagian dari promosi kita terhadap kekayaan budaya kita, khususnya ragam jenis makanan khas tradisional," imbuh Retno.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads