Jakarta -
Bandara dengan aneka fasilitas jadi impian semua traveler. Namun sayangnya tidak semua bandara bisa memanjakan traveler. Inilah 10 bandara terburuk di dunia. Di mana saja ya?
Sebuah situs perjalanan bernama Sleeping in Airport rutin membuat survei untuk bandara. Dari CNN, Selasa (21/10/2014), survei bandara ini berlaku untuk yang terbaik dan terburuk. Nah, untuk yang terburuk, inilah daftar 10 bandaranya, bagian kedua:
5. Bandara Internasional Tashkent, Uzbekistan
(Creative Commons)
|
Di posisi kelima terburuk di dunia, ada Bandara Internasional Tashkent di Uzbekistan. Sebenarnya, bandara ini sudah mengadakan beberapa pembangunan untuk memperbaiki area keberangkatan. Namun tetap saja tidak terlalu mengalami banyak perubahan.
Antrean yang lama dan kepadatan yang berlebihan kerap membuat para penumpangnya stres selama di sana.
4. Bandara Internasional Ninoy Aquino, Filipina
(Getty Images)
|
Setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas dalam daftar bandara terburuk, kini Bandara Internasional Ninoy Aquino bisa sedikit bernafas lega. Lantaran, tahun ini mereka menempati posisi keempat. Turun 3 peringkat dari tahun lalu.
Seperti biasa, antrean yang panjang dan seakan tak ada habisnya membuat penumpang sebal jika harus terbang atau tiba dari sana.
3. Bandara Internasional Tribhuvan, Nepal
(Getty Images)
|
Di atas Filipina, ada Nepal. Tepatnya di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu. Satu isu yang paling kentara di sana adalah kebersihan toilet.
Seorang responden mengatakan, apapun yang terjadi jangan gunakan toilet yang ada di bandara itu.
2. Bandara Internasional King Abdul Aziz, Uni Emirat Arab
(Getty Images)
|
Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah merupakan salah satu bandara tercantik di dunia. Sudah banyak penghargaan yang didapat dari bandara ini mengenai interior dan dekorasi yang menarik.
Cukup mengagetkan mengapa bandara ini malah masuk kedua yang terburuk di dunia. Masalah utamanya adalah lamanya antrean di imigrasi. Sang petugas dinilai tidak sigap dalam melayani sekian banyak penumpang yang mengantre.
1. Bandara Internasional Islamabad Benazir Bhutto, Pakistan
(Getty Images)
|
Inilah bandara paling buruk di dunia menurut responden dari situs perjalanan Sleeping in Airport. Bandara Internasional Islamabad Benazir Bhutto dinilai respondennya sebagai penjara pusat.
Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah padatnya bandara. Kemudian, petugas keamanan yang terlalu agresif, serta teknologi yang masih ketinggalan zaman.
Di posisi kelima terburuk di dunia, ada Bandara Internasional Tashkent di Uzbekistan. Sebenarnya, bandara ini sudah mengadakan beberapa pembangunan untuk memperbaiki area keberangkatan. Namun tetap saja tidak terlalu mengalami banyak perubahan.
Antrean yang lama dan kepadatan yang berlebihan kerap membuat para penumpangnya stres selama di sana.
Setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas dalam daftar bandara terburuk, kini Bandara Internasional Ninoy Aquino bisa sedikit bernafas lega. Lantaran, tahun ini mereka menempati posisi keempat. Turun 3 peringkat dari tahun lalu.
Seperti biasa, antrean yang panjang dan seakan tak ada habisnya membuat penumpang sebal jika harus terbang atau tiba dari sana.
Di atas Filipina, ada Nepal. Tepatnya di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu. Satu isu yang paling kentara di sana adalah kebersihan toilet.
Seorang responden mengatakan, apapun yang terjadi jangan gunakan toilet yang ada di bandara itu.
Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah merupakan salah satu bandara tercantik di dunia. Sudah banyak penghargaan yang didapat dari bandara ini mengenai interior dan dekorasi yang menarik.
Cukup mengagetkan mengapa bandara ini malah masuk kedua yang terburuk di dunia. Masalah utamanya adalah lamanya antrean di imigrasi. Sang petugas dinilai tidak sigap dalam melayani sekian banyak penumpang yang mengantre.
Inilah bandara paling buruk di dunia menurut responden dari situs perjalanan Sleeping in Airport. Bandara Internasional Islamabad Benazir Bhutto dinilai respondennya sebagai penjara pusat.
Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah padatnya bandara. Kemudian, petugas keamanan yang terlalu agresif, serta teknologi yang masih ketinggalan zaman.
(shf/shf)