5 Lelucon di Bandara & Pesawat yang Kelewat Batas

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

5 Lelucon di Bandara & Pesawat yang Kelewat Batas

- detikTravel
Rabu, 03 Des 2014 16:30 WIB
5 Lelucon di Bandara & Pesawat yang Kelewat Batas
Jakarta - Ada baiknya Anda pikir-pikir dulu kalau mau bercanda atau melakukan lelucon sebelum dan sesaat terbang naik pesawat. 5 Peristiwa berikut ini bisa jadi pelajaran, kala lelucon malah jadi berurusan dengan hukum.

Kadang, traveler mungkin merasa bosan kalau melakukan hal-hal yang biasa selama perjalanan. Tapi ingat, Anda bisa saja membuat suasana jadi lucu atau menyenangkan asal tidak kelewat batas. Disusun detikTravel, Rabu (3/12/2014) berikut kisah-kisahnya:

1. Main semprotan merica

(Getty Images)
Tahun 2013 silam, enam petugas keamanan Bandara John F Kennedy di New York, AS dilarikan ke rumah sakit. Alasannya sepele, mereka bermain semprotan merica.

Semprotan merica itu diketahui merupakan barang yang tertinggal dari pemiliknya. Semprotan merica memang dibolehkan dibawa dalam bagasi pesawat, harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu.

Nah, enam petugas tersebut bermain-main dengan semprotan merica itu. Mereka saling menyemprotkannya, seolah sedang bermain laser pointer. Akibatnya, mereka semua harus dibawa ke rumah sakit.

Semprotan merica memang memberikan efek seperti terbakar. Pihak TSA (Transportation Security Administration) mengaku peristiwa itu dianggap memalukan bagi para petugas keamanan.

2. Bercanda membajak pesawat

(Youtube)
Kalau peristiwa ini, jangan sekali-kali Anda tiru. Seorang traveler bernama Wayne Aviason asal Queensland kesal terhadap maskapai Scoot, salah satu maskapai penerbangan Singapura. Sebabnya, dia terdampar lebih dari 5 jam di Singapura, saat maskapai tersebut delay dalam penerbangannya ke Bangkok.

Beberapa bulan kemudian, Aviason memposting kekecewaanya lewat Facebook. Dia menulis tentang pesawat yang delay dan maskapai tersebut yang tidak memberikan akomodasi yang baik untuk bermalam. Setelah itu dia malah menulis, akan membajak pesawat dan menabrakannya saat terbang kala naik Scoot selanjutnya.

Pihak maskapai Scoot yang mengetahui perihal itu langsung mengambil tindakan tegas. Mereka melarang Aviason untuk terbang lagi dengan pesawatnya. Kemudian, Aviason membela diri dan mengklarifikasikan kalau itu hanyalah lelucon saja.

Namun, pihak Maskapai Scoot tetap pada keputusannya. Apalagi, tulisan Aviason di laman Facebook mengenai membajak dan menabrakan pesawat belum juga dihapus. Duh!

3. Bilang kena Ebola di dalam pesawat

(Youtube)
Peristiwa yang terjadi bulan Juli lalu ini jadi pelajaran penting untuk traveler. Ketika bersin di pesawat, jangan sekali-kali berucap, "Saya kena Ebola".

Ceritanya, suatu pesawat dari Philadelphia ke Republik Domonika disisir petugas dengan pengamanan lengkap. Gara-garanya, seseorang di dalam pesawat berteriak terkena virus Ebola setelah dia bersin.

Empat petugas dengan pelindung diri lengkap menutupi seluruh tubuh, masuk ke dalam pesawat lalu menangkap penumpang iseng tersebut. Pemerintah AS memang bertindak tegas terkait virus tersebut.

Kepada petugas, si penumpang berusaha meyakinkan bahwa dirinya hanyalah bercanda. Ada-ada saja sih!

4. Striptis di pesawat

(Facebook)
Ada kalanya, Anda harus sabar jika bertemu orang yang dianggap bikin kesal di pesawat. Jangan malah membalasnya dengan aneka lelucon yang kelewat batas.

Peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 2013 silam. Nine Arsenault dan Lexi Sanfino adalah artis transgender yang sedang terbang dengan pesawat WestJet. Semula berjalan baik-baik saja, sampai ada pramugari yang menyinggung perasaan mereka berdua dengan ucapan, "Kalian mesti mengajari kita pakai make up, kan kalian dulu laki-laki, bukan?"

Arsenault dan Sanfino terlanjur tersinggung dan membalas perkataan pramugari itu. Celakanya, Sanfino langsung membuka baju yang memperlihatkan payudara hasil operasi dan striptis di dalam pesawat. Arsenault pun merekamnya dengan video kamera.

Akhirnya, kedua artis transgender itu diamankan oleh kepolisian Alberta ketika pesawat mendarat. Sanfino dikenai pidana menganggu ketertiban umum sedangkan Arsenault dibebaskan. Mungkin mereka berdua menganggap itu lelucon biasa saja, tapi saat sedang striptis ternyata banyak anak-anak di dalam pesawat yang melihatnya.

5. Bercanda membawa bom

(Miami-Dade Corrections)
Yang paling baru, adalah seorang dokter ahli bedah bernama Manuel Alvarado di Bandara Miami. Hendak naik pesawat Avianca, dirinya bilang ke petugas keamanan (yang menanyakan isi bagasi pesawatnya) kalau membawa bahan peledak C-4.

Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian Miami dan para penjinak bom datang ke Bandara Miami. Suasana di dalam bandara pun heboh, sampai-sampai lima pesawat harus menunda penerbangan terkait adanya informasi mengenai bom.

Pria tersebut pun akhirnya ditahan dan membayar denda sebesar USD 90 ribu atau sekitar Rp 1,1 M untuk lolos dari tuntutan pidana. Alvarado mengaku pasrah dan menyesal, kala mengakui perbuatannya hanyalah lelucon saja.
Halaman 2 dari 6
Tahun 2013 silam, enam petugas keamanan Bandara John F Kennedy di New York, AS dilarikan ke rumah sakit. Alasannya sepele, mereka bermain semprotan merica.

Semprotan merica itu diketahui merupakan barang yang tertinggal dari pemiliknya. Semprotan merica memang dibolehkan dibawa dalam bagasi pesawat, harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu.

Nah, enam petugas tersebut bermain-main dengan semprotan merica itu. Mereka saling menyemprotkannya, seolah sedang bermain laser pointer. Akibatnya, mereka semua harus dibawa ke rumah sakit.

Semprotan merica memang memberikan efek seperti terbakar. Pihak TSA (Transportation Security Administration) mengaku peristiwa itu dianggap memalukan bagi para petugas keamanan.

Kalau peristiwa ini, jangan sekali-kali Anda tiru. Seorang traveler bernama Wayne Aviason asal Queensland kesal terhadap maskapai Scoot, salah satu maskapai penerbangan Singapura. Sebabnya, dia terdampar lebih dari 5 jam di Singapura, saat maskapai tersebut delay dalam penerbangannya ke Bangkok.

Beberapa bulan kemudian, Aviason memposting kekecewaanya lewat Facebook. Dia menulis tentang pesawat yang delay dan maskapai tersebut yang tidak memberikan akomodasi yang baik untuk bermalam. Setelah itu dia malah menulis, akan membajak pesawat dan menabrakannya saat terbang kala naik Scoot selanjutnya.

Pihak maskapai Scoot yang mengetahui perihal itu langsung mengambil tindakan tegas. Mereka melarang Aviason untuk terbang lagi dengan pesawatnya. Kemudian, Aviason membela diri dan mengklarifikasikan kalau itu hanyalah lelucon saja.

Namun, pihak Maskapai Scoot tetap pada keputusannya. Apalagi, tulisan Aviason di laman Facebook mengenai membajak dan menabrakan pesawat belum juga dihapus. Duh!

Peristiwa yang terjadi bulan Juli lalu ini jadi pelajaran penting untuk traveler. Ketika bersin di pesawat, jangan sekali-kali berucap, "Saya kena Ebola".

Ceritanya, suatu pesawat dari Philadelphia ke Republik Domonika disisir petugas dengan pengamanan lengkap. Gara-garanya, seseorang di dalam pesawat berteriak terkena virus Ebola setelah dia bersin.

Empat petugas dengan pelindung diri lengkap menutupi seluruh tubuh, masuk ke dalam pesawat lalu menangkap penumpang iseng tersebut. Pemerintah AS memang bertindak tegas terkait virus tersebut.

Kepada petugas, si penumpang berusaha meyakinkan bahwa dirinya hanyalah bercanda. Ada-ada saja sih!

Ada kalanya, Anda harus sabar jika bertemu orang yang dianggap bikin kesal di pesawat. Jangan malah membalasnya dengan aneka lelucon yang kelewat batas.

Peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 2013 silam. Nine Arsenault dan Lexi Sanfino adalah artis transgender yang sedang terbang dengan pesawat WestJet. Semula berjalan baik-baik saja, sampai ada pramugari yang menyinggung perasaan mereka berdua dengan ucapan, "Kalian mesti mengajari kita pakai make up, kan kalian dulu laki-laki, bukan?"

Arsenault dan Sanfino terlanjur tersinggung dan membalas perkataan pramugari itu. Celakanya, Sanfino langsung membuka baju yang memperlihatkan payudara hasil operasi dan striptis di dalam pesawat. Arsenault pun merekamnya dengan video kamera.

Akhirnya, kedua artis transgender itu diamankan oleh kepolisian Alberta ketika pesawat mendarat. Sanfino dikenai pidana menganggu ketertiban umum sedangkan Arsenault dibebaskan. Mungkin mereka berdua menganggap itu lelucon biasa saja, tapi saat sedang striptis ternyata banyak anak-anak di dalam pesawat yang melihatnya.

Yang paling baru, adalah seorang dokter ahli bedah bernama Manuel Alvarado di Bandara Miami. Hendak naik pesawat Avianca, dirinya bilang ke petugas keamanan (yang menanyakan isi bagasi pesawatnya) kalau membawa bahan peledak C-4.

Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian Miami dan para penjinak bom datang ke Bandara Miami. Suasana di dalam bandara pun heboh, sampai-sampai lima pesawat harus menunda penerbangan terkait adanya informasi mengenai bom.

Pria tersebut pun akhirnya ditahan dan membayar denda sebesar USD 90 ribu atau sekitar Rp 1,1 M untuk lolos dari tuntutan pidana. Alvarado mengaku pasrah dan menyesal, kala mengakui perbuatannya hanyalah lelucon saja.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads