Seperti Apa Bandara di Masa Depan?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seperti Apa Bandara di Masa Depan?

- detikTravel
Kamis, 04 Des 2014 08:20 WIB
Seperti Apa Bandara di Masa Depan?
Bandara Benito Juarez di Mexico City yang lebih luas dan ramah lingkungan (Foster+Parents/CNN)
Mexico City - Bandara adalah salah satu pintu gerbang bagi traveler untuk memasuki suatu negara. Di masa mendatang, beberapa negara di dunia bakal merombak bandara habis-habisan. Bandara akan lebih bersahabat dengan penumpang dan alam.

Dari CNN, Kamis (4/12/2014) Plunkett Research salah satu perusahaan analisis dan kosultan yang bergerak pada bidang pelayanan indutri jasa seperti teknologi dan transportasi di AS, menilai jumlah penumpang di dunia bakal melonjak dua kali lipat pada tahun 2033. Atau bisa dibilang, makin banyak orang-orang yang melakukan traveling.

Untuk mengantisipasi itu, maka tiap-tiap negara di dunia harus merombak bandara-bandara yang berfungsi sebagai gerbang kedatangan traveler. Itu adalah pilihan yang mau tidak mau, harus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya, bandara nanti harus jauh lebih besar dan lebih efisien," ujar CEO Plunkett Research, Jack Plunkett.

Meksiko merupakan salah satu negara yang serius memperbaiki dan memperluas Bandara Benito Juarez di Mexico City. Pada tahun 2020 mendatang, bandara yang awalnya hanya mampu menampung sekitar 30 juta penumpang bakal bisa menampung lebih dari 50 juta penumpang. Selain soal kapasitas penumpang, bandara ini pun memperhatikan soal lingkungan dan pemakaian energi.

Atap bandaranya akan menggunakan teknologi surya, gerbang keberangkatan mudah dicapai dengan berjalan kaki, memaksimalkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya di dalam bandara, pengurangan emisi CO2 dan bandaranya sendiri akan menampung serta mengolah kembali air hujan untuk kebutuhan air. Bahkan, tiap terminal di bandaranya bisa mendaur ulang limbah sebesar 70 %.

Selain Meksiko, Tiongkok juga sudah menyiapkan perubahan bandara untuk masa depan. Bandara di Shanghai sudah punya kereta dengan tenaga magnetik yang menghubungkan bandara dan kawasan-kawasan di pinggiran kota. Kecepatan keretanya sendiri mencapai 402 km per jam, yang membuat masyarakat di sana tidak perlu menggunakan mobil dan menghabiskan bensin untuk jalan ke bandara.

Kalau di Eropa, bandara-bandara di London menerapkan aturan penghematan penggunaan air. Sedangkan di AS, ada Bandara O'hare di Chicago yang menggunakan jasa kambing dan sapi untuk 'memangkas' rumput-rumput di sekitar landasan pacu pesawat yang luasnya mencapai 8 ribu hektar. Pihak bandara sudah tidak menggunakan pestisida yang bisa merusak lingkungan.

Jika ditelaah, tampaknya bandara-bandara di masa depan tak hanya sekedar lebih luas dan nyaman untuk traveler. Bandara-bandara di masa depan pun bakal lebih bersahabat dengan lingkungan melalui efisiensi pemakaian energi.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads