Meski Banyak Turis, Pengelolan Wisata di DIY Belum Maksimal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Meski Banyak Turis, Pengelolan Wisata di DIY Belum Maksimal

- detikTravel
Minggu, 07 Des 2014 09:09 WIB
Meski Banyak Turis, Pengelolan Wisata di DIY Belum Maksimal
Beringin kembar yang paling terkenal di Yogyakarta (Dicky/detikTravel)
Yogyakarta - Sektor pariwisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi andalan utama untuk dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun ke depan, sektor pariwisata di DIY secara kualitatif harus dibenahi baik infrastruktur, transportasi dan sarana penunjang lainnya.

"Secara kuantitatif capaian sektor pariwisata DIY tidak terlalu buruk, namun secara kualitatif masih harus dibenahi," ungkap pengamat pariwisata, Gufron di Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut dia, kenaikan PAD di sektor pariwisata pada tahun 2010 sebesar Rp 106 miliar. Pada tiga tahun berikutnya naik menjadi Rp 188 miliar. Kenaikan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan, jumlah atraksi atau kegiatan budaya dan jumlah hotel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kenaikan atau peningkatan jumlah wisatawan itu belum dibarengi dengan perbaikan sarana dan prasarana. Salah satu masalah yang muncul salah satunya adalah soal kemacetan," kata staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bantul itu.

Menurut dia, aksesibilitas menuju obyek wisata patut mendapat perhatian serius. Sebab kemacetan yang semakin parah dapat menurunkan citra pariwisata DIY. Bila hal itu tidak segera diatasi dapat menurunkan jumlah kunjungan wisata.

"Ke depan, perlu dilakukan perbaikan serta penataan pengelolaan obyek wisata, infrastruktur, dan transportasi publik yang lebih baik," katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh M. Yunus dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Obyek wisata di Gunungkidul didominasi oleh wisata pantai mulai dari Pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Wedi Ombo hingga wilayah Sadeng.

Salah satu masalah yang muncul kata Yunus adalah akses jalan menuju obyek wisata yang kurang menunjang. Jalan menuju obyek wisata belum dilebarkan. Sementara itu setiap weekend dan puncak liburan kawasan Pantai Baron dan sekitarnya selalu terjadi kemacetan yang panjang.

"Jalan menuju pantai belum dilebarkan meski kondisi jalanan mulus. Sementara itu untuk perbaikan, pelebaran hingga pembebasan tanah akan berhubungan dengan dinas lain yakni PU baik kabupaten dan provinsi. Waktunya lama," katanya.

Mengenai obyek wisata yang masih perlu digarap dengan baik menuurut Gufron maupun Yunus adalah desa wisata. Saat ini junmlah desa wisata seperti di Bantul dan Gunungkidul terus meningkat jumlahnya. Namun dari keseluruhan obyek wisata yang ada, baru sebagian kecil yang siap memberikan pelayanan yang maksimal.

"Kebanyakan belum siap karena kelembagaan yang tidak jelas. Misalpun siap aspek pengelolaannya masih belum tertata baik sehingga belum mampu memberikan pelayanan dengan baik," pungkas Gufron.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads