Pelecehan terjadi pada seorang mahasiswi di sebuah hotel bintang 5 di Jl Urip Sumoharjo, Yogyakarta. Saat sedang di kamar mandi, ia terkejut ketika mendapati sebuah ponsel yang sedang dalam posisi merekam dirinya. Sehubungan dengan hal ini, beberapa hotel bintang 5 di Yogyakarta pun angkat bicara.
"Itu adalah perbuatan tidak senonoh. Sebagai karyawan hotel seharusnya tidak seperti itu," ujar Ajeng Ayu Anglaina, Assistant Manager Public Relation & Marcomm Eastparc Hotel Yogyakarta saat dihubungi oleh detikTravel, Kamis (18/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Patut disayangkan, mestinya tidak terjadi," ucap Nike Aristya, Public Relation Manager Hotel Tentrem Yogyakarta.
Menurut Nike, privasi dan keamanan tamu hotel itu harus terjamin. Sebagai langkah untuk meminimalisir kemungkinan kejadian yang sama terulang ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa karyawan operasional di Hotel Tentrem Yogyakarta tidak diperbolehkan membawa ponsel atau kamera selama jam kerja. Ponsel dan kamera harus disimpan di loker. Selain itu, ada lagi tanggapan mengenai kejadian ini dari pihak Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
"Itu sebagai pelajaran buat kita. Kita lebih waspada, lebih meningkatkan kesiagaan security," tegas Malika Hesty, Public Relation Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa karyawan di area publik hotelnya memang ada yang dari outsourcing tapi ada training dan pengontrolan khusus di setiap area. Pihak hotel Royal Ambarrukmo juga baru-baru ini menambah jumlah CCTV di area hotel.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru