Kabupaten Banyuwangi punya gawe besar di akhir pekan ini. Masih dalam balutan rangkaian peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-243 yang jatuh pada 18 Desember lalu, sejumlah kegiatan seru bakal disuguhkan. Agenda ini juga bisa dijadikan referensi alternatif liburan untuk dinikmati.
Acara Sabtu (19/12/2014) diawali dengan napak tilas Perang Puputan Bayu yang akan digelar pukul 05.00 WIB pagi di Rowo Bayu, Kecamatan Songgon. Napak tilas ini sebagai refleksi perjuangan pejuang-pejuang Blambangan yang heroik melawan pasukan VOC Belanda dengan pada tahun 1771-1772.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang tak kalah seru ialah Festival Ngarak 1771 Ancak. Acara yang baru kali pertama masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival ini digelar sebagai suatu bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah kesuburan pertanian, sumber air dan rejeki yang telah diterima. Ribuan ancak ini akan diarak beriringan yang diberangkatkan sekitar pukul 14.00 WIB dari depan kantor Pemkab Banyuwangi.
Tak hanya itu, pameran agro expo yang mengenalkan potensi pertanian Banyuwangi juga disuguhkan. Halaman Gelora Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi akan disulap menjadi jejeran outlet yang memamerkan potensi flora dan tanaman hasil budidaya. Semisal, durian merah dan buah buah naga hitam.
Yang juga dinantikan dalam perayaan puncak Harjaba ialah malam seni bersama Republik Cinta Management. Ahmad Dhani dan aneka band-nya seperti Triad, Dewa 19 feat Ari Lasso, Lucky Laki bakal mengguncang Bumi Gandrung di Taman Blambangan mulai pukul 19.00 WIB.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hari jadi daerahnya yang ke-243 ini menjadi momentum untuk terus melakukan perbaikan. Kerja keras yang dilakukan bersama rakyat Banyuwangi patut diacungi jempol. Pesta rakyat dalam perayaan Harjaba ini merupakan salah satu bentuk penghargaan pada warga Banyuwangi yang tak kenal letih untuk bersama berbenah.
"Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak capaian. Tapi juga masih banyak kekurangan. Di refleksi Hari Jadi Banyuwangi, mari semua benahi bersama secara bertahap tapi pasti," ujarnya.
Anas menggaris bawahi beberapa program prioritas pada 2015, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan pariwisata.
"Budaya-budaya lokal seperti ini merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Jika dikemas dan dikelola dengan baik, budaya ini menjadi salah satu potensi pariwisata yang membanggakan. Semoga ke depan semakin baik lagi," pungkasnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong