Sinetal dan Sinemol, Langkah Kemenpar di Bidang Perfilman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sinetal dan Sinemol, Langkah Kemenpar di Bidang Perfilman

- detikTravel
Rabu, 24 Des 2014 07:45 WIB
Sinetal dan Sinemol, Langkah Kemenpar di Bidang Perfilman
Menpar saat melakukan video conference dengan 3 kota berbeda (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Bagi kota-kota di Indonesia yang belum memiliki gedung bioskop, jangan khawatir. Kementerian Pariwisata baru saja meluncurkan e-tourism yang di dalamnya terdapat produk Sinema Digital (Sinetal) dan Sinema Online (Sinemol).

Saat ini, belum semua kota di Indonesia memiliki gedung bioskop. Kementerian Pariwisata membuat Sinemol dan Sinetal agar semua kota-kota yang belum punya gedung bioskop juga bisa memiliki akses untuk menyaksikan film-film baru karya anak sineas film Indonesia maupun mancanegara.

"Film yang sudah digital transfernya mudah. Yang pertama Sinema Digital yang transfernya bisa melalui digital. Yang kedua Sinema Online yang merupakan tayangan potongan-potongan film secara online," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Peluncuran Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/12/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya Sinetal dan Sinemol ini diharapkan pendistribusian film ke daerah-daerah bisa lebih mudah. Ada tiga kota yang akan lebih dahulu merasakan Sinetal yaitu Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Bukittinggi di Sumatera Barat dan Banyuwangi di Jawa Timur.

Saat acara launching, Menpar sempat melakukan video conference dengan perwakilan Dinas Pariwisata dari Bukittinggi, Banjarbaru dan Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut mereka memberikan informasi mengenai keadaan pariwisata dan juga mengenai keberadaan bioskop.

Di Bukittinggi ada bioskop tetapi sudah tidak berfungsi lagi. Di Banyuwangi sudah ada sebuah bioskop. Selain menayangkan film, bioskop di Banyuwangi ini wajib menyetel video pariwisata Banyuwangi. Menurut Menpar, ini adaah salah satu contoh baik promosi pariwisata melalui dunia digital.

"Contoh baik digital marketing sudah diterapkan di Banyuwangi," ucap Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan bahwa seharusnya film yang ada di kota besar juga bisa dinikmati di kota kecil. Untuk sinema digital gedungnya tidak harus besar. Paling tidak bisa menampung 15-30 penonton.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya persaingan Sinetal dengan bioskop, Arief menyebutkan bahwa Sinetal bukan pesaing karena memang berbeda dengan bioskop di kota-kota besar. Dengan hadirnya Sinetal harapan utamanya adalah orang yang tadinya tidak bisa menonton, bisa juga menikmati film.

"Jadi yang belum ada sekarang menjadi ada, yang sudah ada pun bukan pesaing. Yang satu mewah bayarnya mahal, yang satunya lebih santai bayarnya lebih murah. Kalau di kota kecil kan penasaran," jelas Arief saat ditemui wartawan setelah acara Peluncuran Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Sedangkan untuk Sinemol, kita bisa mengaksesnya melalui ponsel. Untuk menikmati film ini, pembayaran dilakukan dengan pemotongan pulsa.

"Membayar film-film pendek itu simply dengan potong pulsa. Itu di Korea sudah terjadi," ujar Arief

Menurut Arief, Sinemol ini akan menembak pasar anak-anak muda yang sudah umum menggunakan ponsel. Ia mencontohkan film pendek Ada Apa Dengan Cinta yang menurutnya sukses menarik anak-anak muda untuk menonton.

"Jadi 2/3 network telekomunikasi itu akan ditempati oleh anak-anak muda ini dengan video. Yang mengejutkan kemarin Ada Apa Dengan Cinta itu, membuat penasaran. Saya juga sudah menonton beberapa film durasi 5-10 menit," jelas Arief.

Sinemol ini bisa saling dikirim antar ponsel dengan mudahnya asalkan ada akses internet. Arief berpendapat bahwa biaya yang dikeluakan untuk melihat Sinemol ini tidak membuat orang keberatan.

"Mungkinkan kita mau mengucapkan sesuatu sulit tetapi ada potongan film yang pas dan itu kita bisa kirim. Sudah tinggal kirim saja. Kalau itu hanya membayar Rp 1.000 pasti orang tidak akan keberatan," tegas Arief.

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads