Tak hanya rupiah, Dollar AS juga terus menguat terhadap berbagai mata uang dunia. Salah satu pihak yang diuntungkan dari kenaikan nilai dollar adalah turis AS. Beberapa media internasional pun turut membahas mengenai hal tersebut.
Reuters misalnya, seperti dilihat detikTravel Rabu (11/3/2015), menulis bahwa selama beberapa bulan belakangan nilai tukar Dollar AS lebih tinggi daripada Yen dan Euro. Perusahaan yang bergerak di bidang parwisata di luar AS pun dapat tersenyum lega, karena akan ada peningkatan turis AS yang berlibur ke negara mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Cara Menyiasati Liburan Ketika Dollar Naik (https://travel.detik.com/read/2015/03/11/122518/2855503/1048/cara-menyiasati-liburan-ketika-dollar-naik)
Dengan tingginya nilai dollar, saat liburan ke negara lain, traveler AS bisa lebih leluasa membelanjakan uangnya. Misalnya saja harga barang di Eropa yang dulunya serasa lebih mahal pun sekarang jadi lebih murah.
Sementara itu, US News menuliskan informasi bahwa tahun 2015 ini menjadi waktu yang pas sekali bagi turis AS untuk traveling ke luar negeri. Seperti ke negara-negara di Eropa.
"Beberapa tahun yang lalu, orang Eropa datang ke Kota New York dan belanja sepuasnya, tapi sebentar lagi akan terjadi kebalikannya," kata Jacob Funk Kirkegaard, seorang senior di Peterson Institute.
Berbagai negara seperti Spanyol, Yunani dan Italia tampaknya akan menarik banyak traveler Amerika. Walaupun negara tersebut tengah mengalami kesulitan ekonomi, tetapi banyak tempat belanja populer, pantai dan situs bersejarah.
BACA JUGA: Dollar Naik, Traveling ke Luar Negeri Jangan Sampai Batal (https://travel.detik.com/read/2015/03/11/082035/2855163/1382/dollar-naik-traveling-ke-luar-negeri-jangan-sampai-batal)
Miami Herald pun mengungkapkan bahwa walaupun banyak turis AS yang akan traveling ke luar negeri, masih ada kemungkinan peningkatan jumlah turis domestik. Perekonomian Amerika yang sedang membaik ini memungkinkan warga Amerika punya sisa uang cukup banyak setelah liburan ke luar negeri. Sisa uang ini pun bisa digunakan untuk berlibur di dalam negeri.
"Itu artinya lebih banyak turis domestik yang akan traveling dan mereka akan punya banyak uang yang tersedia untuk liburan di destinasi mewah seperti Miami," ucap Rolando Aedo, Chief Marketing Officer Greater Miami Convention & Visitors Bureau.
Bagaimana dengan Anda dengan tingginya dollar? Tetap lanjut berangkat, menunda atau malah batal traveling ke luar negeri? Jika punya opini soal ini, silakan kirim email ke redaksi@detik.travel.
(krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok