Ini Kata Traveler Soal Tingginya Nilai Dollar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dollar VS Traveling

Ini Kata Traveler Soal Tingginya Nilai Dollar

- detikTravel
Rabu, 11 Mar 2015 17:30 WIB
Ini Kata Traveler Soal Tingginya Nilai Dollar
(Thinkstock)
Jakarta - Nilai tukar dollar yang melambung terhadap mata uang dunia, berdampak betul terhadap traveler yang ingin pergi ke luar negeri. Nilai dollar yang menyentuh Rp 13.000 dianggap sangat mempengaruhi rencana traveling.

Sejak Selasa sampai Rabu (11/3/2015) detikTravel menerima banyak opini masyarakat via email dan Twitter. Mereka unjuk bicara soal dampak tingginya dollar terhadap kegiatan traveling.

Hampir semua traveler berpendapat kenaikan harga dollar berpengaruh terhadap rencana jalan-jalan ke luar negeri. Mereka dan keluarga atau teman-teman membahas soal ini sejak kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ngaruh banget. Ini lebih parah lo dari krismon tahun 98," kata @BuddySetyo.
"USD naik ngaruh lah. Tiket kan jadi mahal," kicau @irfanfq.
"Sakitnya di sini," kata @dodon_jerry.

Apalagi bagi mereka yang biasa bergaya backpacker atau budget traveler. Kenaikan harga dollar bikin pusing kepala.

"Buat kami para backpackers sangat berpengaruh. Harus revisi APBD *DPRD banged yak," ujar @phrjakarta sambil bercanda.

Banyak dari mereka yang menunda liburan ke luar negeri. Bahkan ada juga yang sampai berhenti browsing paket liburan.

"Stop browsing paket liburan," ujar @simplemom12.
"Kalau aΔ·u tunda karena nggak punya duit buat liburan," imbuh @FridaYuniar.

Tapi bagaimana kalau hasrat traveling harus dipenuhi? Banyak dari para traveler yang mengajak banting setir dari traveling ke luar negeri, menjadi menjelajah negeri sendiri. Jarak mungkin jauh, tapi kan semua dihitung dengan rupiah.

"Mungkin ini saatnya keliling Indonesia dulu," kicau @newhandimaurer.
"Mau dollar harga berapa kek, jelajah Indonesia saja dulu dari Sabang sampai Merauke," sambung @rei_abenteurer.

Bagaimana dengan Anda? Tetap lanjut berangkat, menunda atau malah batal traveling ke luar negeri? Jika punya opini soal ini, silakan kirim email ke redaksi@detik.travel.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads