Atasi Masalah Bahasa, Kemenpar Akan Datangkan Pemandu Wisata dari Tiongkok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Atasi Masalah Bahasa, Kemenpar Akan Datangkan Pemandu Wisata dari Tiongkok

- detikTravel
Selasa, 24 Mar 2015 18:40 WIB
Atasi Masalah Bahasa, Kemenpar Akan Datangkan Pemandu Wisata dari Tiongkok
Menpar Arief Yahya bersama Menkominfo dan Kepala Staff Kepresidenan (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Seiring dengan banyaknya wisman yang datang dari Tiongkok, kendala bahasa menjadi masalah untuk berkomunikasi di objek wisata. Pemandu wisata yang bisa berbahasa Mandarin akan didatangkan dari Tiongkok.

"Contoh di Bali, hampir 80% dari 1 juta itu (turis Tiongkok-red) ke Bali. Tapi jumlah pemandu wisata kita hanya 600. Kemarin saya minta izin ke Gubermur Bali agar mengizinkan untuk sementara waktu, pemandu wisatanya dari sana," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya usai jumpa pers Side Events Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Arief menjelaskan bahwa akan ada banyak turis Tiongkok yang datang, tetapi jumlah pemandu wisata tidak mencukupi. Masih banyak juga pemandu wisata yang tidak bisa berbahasa China. Jadi, ia berencana untuk mendatangkan pemandu dari Tiongkok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi orang sana yang kita ajari tentang destinasi di Bali. Dia datang duluan. Jadi kan tidak ada masalah di bahasanya. Semoga itu diizinkan," kata Arief.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menteri Pariwisata Tiongkok. Pihak Tiongkok pun sudah setuju untuk membantu mengirimkan pemandu wisata. Kedepannya, Arief juga berencana untuk memberikan pelatihan bagi pemandu wisata dari Indonesia.

"Saya minta tolong agar guide-guide kita ditraining di RRC. Tapi itu tidak jangka pendek. Sementara saya ingin turis Tiongkok itu 2 juta," ucapnya.

Arief memang mengharapkan banya turis Tiongkok yang segera datang berlibur. Jadi, karena untuk memberikan pelatihan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, sementara ini Arief memilih untuk mendatangkan pemandu wisata dari Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, pemandu wisata Indonesia pun akan diberi pelatihan.

Selain mendatangkan pemandu wisata dari Tiongkok. Menpar juga akan mengembangkan penggunaan homestay untuk para wisman yang datang. Hal ini dilakukan agar perekonomian semakin merata.

"Saya akan menghidupkan homestay. Jadi, homestay itu harus dihidupkan karena harus ada pemerataan perekonomian," tukas Arief.

(krn/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads