"Contoh di Bali, hampir 80% dari 1 juta itu (turis Tiongkok-red) ke Bali. Tapi jumlah pemandu wisata kita hanya 600. Kemarin saya minta izin ke Gubermur Bali agar mengizinkan untuk sementara waktu, pemandu wisatanya dari sana," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya usai jumpa pers Side Events Peringatan Konferensi Asia Afrika 2015 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Arief menjelaskan bahwa akan ada banyak turis Tiongkok yang datang, tetapi jumlah pemandu wisata tidak mencukupi. Masih banyak juga pemandu wisata yang tidak bisa berbahasa China. Jadi, ia berencana untuk mendatangkan pemandu dari Tiongkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menteri Pariwisata Tiongkok. Pihak Tiongkok pun sudah setuju untuk membantu mengirimkan pemandu wisata. Kedepannya, Arief juga berencana untuk memberikan pelatihan bagi pemandu wisata dari Indonesia.
"Saya minta tolong agar guide-guide kita ditraining di RRC. Tapi itu tidak jangka pendek. Sementara saya ingin turis Tiongkok itu 2 juta," ucapnya.
Arief memang mengharapkan banya turis Tiongkok yang segera datang berlibur. Jadi, karena untuk memberikan pelatihan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, sementara ini Arief memilih untuk mendatangkan pemandu wisata dari Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, pemandu wisata Indonesia pun akan diberi pelatihan.
Selain mendatangkan pemandu wisata dari Tiongkok. Menpar juga akan mengembangkan penggunaan homestay untuk para wisman yang datang. Hal ini dilakukan agar perekonomian semakin merata.
"Saya akan menghidupkan homestay. Jadi, homestay itu harus dihidupkan karena harus ada pemerataan perekonomian," tukas Arief.
(krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru