Germanwings & 7 Kecelakaan Pesawat di Eropa (1)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tragedi Germanwings

Germanwings & 7 Kecelakaan Pesawat di Eropa (1)

- detikTravel
Rabu, 25 Mar 2015 12:50 WIB
Germanwings & 7 Kecelakaan Pesawat di Eropa (1)
(Reuters)
Diyarbakir - 24 Maret 2015 kemarin, dunia penerbangan Eropa dikejutkan dengan jatuhnya Pesawat Germanwings 9525 di pegunungan Southern French Alps. Sejak tahun 2000, terdapat setidaknya 7 kecelakaan pesawat di Eropa.

Kecelakaan pesawat yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tergelincir saat lepas landas, hingga menabrak dan ditembak rudal. Jumlah korbannya pun bervariasi dari yang cedera ringan hingga meninggal dunia.

Dikumpulkan oleh detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (25/3/2015) berikut ini adalah 8 kecelakaan pesawat di Eropa sejak tahun 2000 hingga sekarang bagian pertama:

1. Air France 4590, 25 Juli 2000

(Youtube)
Pesawat jenis Concorde milik maskapai Air France dengan nomor penerbangan 4590, dijadwalkan untuk terbang dari Bandara Charles de Gaulle di Paris menuju Bandara International John F. Kennedy di New York City, AS pada 25 Juli 2000.

Namun naas, penerbangan yang dicarter oleh perusahaan Peter Deilmann Cruises dari Jerman tersebut menabrak sebuah hotel di Gonesse, Prancis, saat mau lepas landas. Penyebabnya, pesawat yang mau lepas landas mengenai suatu objek di landasan pesawat.

Objek tersebut mengenai bagian sayap pesawat yang menyebabkan terjadinya kebakaran dan kehilangan tenaga. Pesawat pun tidak punya cukup momentum untuk lepas landas dan menabrak Hotel Hotellissimo Les Relais Bleus di dekat bandara.

Seluruh penumpang pesawat yang terdiri dari 100 penumpang dan sembilan kru meninggal di tempat, adapun empat korban lain yang merupakan pegawai hotel terkena tabrakannya dan meninggal. Total korban keseluruhannya adalah 113 orang.

2. Turkish Airlines 634, 8 Januari 2003

(Turkish Airlines)
Kecelakaan berikutnya dialami pesawat jenis Avro RJ100 milik maskapai Turkish Airlines, dengan nomor penerbangan 634. Pesawat dengan rute domestik tersebut dijadwalkan terbang dari Bandara Ataturk Istanbul, menuju Bandara Diyarbakir di Turki.

Kecelakaan yang terjadi pada 8 Januari 2003 itu terjadi karena faktor cuaca yang berkabut ketika pesawat akan mendarat. Kabut yang tebal membuat pilot tidak dapat melihat landasan dengan jelas dan membuatnya mendarat 900 meter sebelum tiba di landasan pesawat.

Dengan kecepatan 243 km/h saat mendarat, pesawat tersebut jatuh dan patah hingga tiga bagian utama. Pesawat yang patah pun terbakar dan merenggut dua pilot, tiga pramugari, dan 96 penumpang pesawat, termasuk seorang bayi. Adapun enam penumpang selamat dengan luka serius.

3. Helios Airways 522, 14 Agustus 2005

(Youtube)
Kecelakaan pesawat juga dialami oleh maskapai Cyprus, Helios Airways, dengan nomor penerbangan 522 yang menggunakan pesawat berjenis Boeing 737-300. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Larnaca di Cyprus menuju Athena di Yunani.

Adapun pesawat tersebut menabrak sebuah bukit di Grammatiko, Yunani, pada 14 Agustus 2005 silam. Permasalahannya ternyata cukup kompleks, mulai dari kesalahan setting, keteledoran pilot, hingga menipisnya oksigen di pesawat, dan kehabisan bahan bakar.

Setting pesawat yang salah membuat pesawat mengalami kebocoran oksigen, menyebabkan oksigen menipis dan membuat seisi pesawat tidak sadarkan diri. Pesawat yang terbang dengan mode auto pilot itu sempat dikemudikan oleh pramugara Andreas Prodromau yang mencoba menggantikan pilot yang pingsan.

Sayang, jam terbang Prodromau yang memiliki lisensi pilot masih belum cukup untuk mengemudikan pesawat jenis Boeing 737. Kejadian tersebut diperparah dengan meledaknya mesin karena kehabisan bahan bakar, dan membuat pesawat jatuh menabrak bukit di Yunani.

Kecelakaan tersebut menewaskan keseluruhan penumpang pesawat termasuk kru dan pilot yang berjumlah 121 orang.

4. Turkish Airlines 1951, 25 Februari 2009

(Reuters)
Kecelakaan berikutnya kembali dialami oleh maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan 1951 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Istanbul di Turki menuju Bandara Schiphol di Belanda.

Kecelakaan yang terjadi pada 25 Ferbuari 2009 tersebut lebih disebabkan karena kesalahan pilot yang tidak dapat mendaratkan pesawat dengan baik. Berdasarkan investigasi, faktor kerusakan radio altimeter juga menyebabkan mesin mengalami penurunan kecepatan.

Pada akhirnya, pesawat mendarat jatuh lebih dulu sebelum sempat mendarat di Bandara Schiphol. Dari total 128 penumpang dan tujuh kru, sembilan orang meninggal termasuk 3 pilot, dengan 126 orang yang selamat.
Halaman 2 dari 5
Pesawat jenis Concorde milik maskapai Air France dengan nomor penerbangan 4590, dijadwalkan untuk terbang dari Bandara Charles de Gaulle di Paris menuju Bandara International John F. Kennedy di New York City, AS pada 25 Juli 2000.

Namun naas, penerbangan yang dicarter oleh perusahaan Peter Deilmann Cruises dari Jerman tersebut menabrak sebuah hotel di Gonesse, Prancis, saat mau lepas landas. Penyebabnya, pesawat yang mau lepas landas mengenai suatu objek di landasan pesawat.

Objek tersebut mengenai bagian sayap pesawat yang menyebabkan terjadinya kebakaran dan kehilangan tenaga. Pesawat pun tidak punya cukup momentum untuk lepas landas dan menabrak Hotel Hotellissimo Les Relais Bleus di dekat bandara.

Seluruh penumpang pesawat yang terdiri dari 100 penumpang dan sembilan kru meninggal di tempat, adapun empat korban lain yang merupakan pegawai hotel terkena tabrakannya dan meninggal. Total korban keseluruhannya adalah 113 orang.

Kecelakaan berikutnya dialami pesawat jenis Avro RJ100 milik maskapai Turkish Airlines, dengan nomor penerbangan 634. Pesawat dengan rute domestik tersebut dijadwalkan terbang dari Bandara Ataturk Istanbul, menuju Bandara Diyarbakir di Turki.

Kecelakaan yang terjadi pada 8 Januari 2003 itu terjadi karena faktor cuaca yang berkabut ketika pesawat akan mendarat. Kabut yang tebal membuat pilot tidak dapat melihat landasan dengan jelas dan membuatnya mendarat 900 meter sebelum tiba di landasan pesawat.

Dengan kecepatan 243 km/h saat mendarat, pesawat tersebut jatuh dan patah hingga tiga bagian utama. Pesawat yang patah pun terbakar dan merenggut dua pilot, tiga pramugari, dan 96 penumpang pesawat, termasuk seorang bayi. Adapun enam penumpang selamat dengan luka serius.

Kecelakaan pesawat juga dialami oleh maskapai Cyprus, Helios Airways, dengan nomor penerbangan 522 yang menggunakan pesawat berjenis Boeing 737-300. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Larnaca di Cyprus menuju Athena di Yunani.

Adapun pesawat tersebut menabrak sebuah bukit di Grammatiko, Yunani, pada 14 Agustus 2005 silam. Permasalahannya ternyata cukup kompleks, mulai dari kesalahan setting, keteledoran pilot, hingga menipisnya oksigen di pesawat, dan kehabisan bahan bakar.

Setting pesawat yang salah membuat pesawat mengalami kebocoran oksigen, menyebabkan oksigen menipis dan membuat seisi pesawat tidak sadarkan diri. Pesawat yang terbang dengan mode auto pilot itu sempat dikemudikan oleh pramugara Andreas Prodromau yang mencoba menggantikan pilot yang pingsan.

Sayang, jam terbang Prodromau yang memiliki lisensi pilot masih belum cukup untuk mengemudikan pesawat jenis Boeing 737. Kejadian tersebut diperparah dengan meledaknya mesin karena kehabisan bahan bakar, dan membuat pesawat jatuh menabrak bukit di Yunani.

Kecelakaan tersebut menewaskan keseluruhan penumpang pesawat termasuk kru dan pilot yang berjumlah 121 orang.

Kecelakaan berikutnya kembali dialami oleh maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan 1951 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800. Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Istanbul di Turki menuju Bandara Schiphol di Belanda.

Kecelakaan yang terjadi pada 25 Ferbuari 2009 tersebut lebih disebabkan karena kesalahan pilot yang tidak dapat mendaratkan pesawat dengan baik. Berdasarkan investigasi, faktor kerusakan radio altimeter juga menyebabkan mesin mengalami penurunan kecepatan.

Pada akhirnya, pesawat mendarat jatuh lebih dulu sebelum sempat mendarat di Bandara Schiphol. Dari total 128 penumpang dan tujuh kru, sembilan orang meninggal termasuk 3 pilot, dengan 126 orang yang selamat.

(rdy/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads