Sejarah perangko di Indonesia tak bisa dibilang pendek. Perangko Indonesia berevolusi dari zaman ke zaman, dengan gambar dan harga yang berbeda sesuai kondisi ekonomi di Nusantara. Perangko pun menjadi media yang pas untuk memperkenalkan pesona Indonesia.
"Di perangko ada gambar alam, flora, fauna. Dari segi pariwisata, ini jadi media promosi yang bagus," tutur Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam konferensi pers peluncuran buku 'Indonesia Through Stamps' di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk promosi pariwisata, strateginya adalah branding-advertising-selling. Nah pembuatan buku seperti ini masuk dalam branding. Menerbitkan buku tentang perangko jadi cara kreatif dan efektif (menarik wisman-red)," tambah Arief.
Buku ini bisa jadi suvenir yang pas untuk teman dan kerabat di luar negeri, sekaligus untuk mempromosikan Indonesia. Gatot S Dewabroto, Jubir Kemenpora sekaligus salah satu penulis buku 'Indonesia Through Stamps' mengatakan buku ini bisa untuk memperkenalkan Indonesia lewat diplomasi internasional.
"Buku ini bisa untuk suvenir tamu kenegaraan, sekaligus promosi Indonesia," tutur Gatot.
(shf/fay)










































