Tradisi Pekande-kandea atau makan bersama menjadi salah satu rangkaian acara puncak Festival Budaya Tua Buton di Buton. Ada 2.000 talang atau loyang penuh makanan lezat untuk warga dan wisatawan bersantap bersama. Nyam!
Dalam tradisi Pekande-kandea yang dilaksanakan di Lapangan Banabungi, Pasarwajo, Kabupaten Buton, masyarakat Buton telah menyediakan berbagai macam kuliner untuk dimakan para warga dan juga turis. Kuliner yang sudah dimasak, disusun di atas talang yang mirip seperti loyang besar.
"Yang masak warga Buton. Masaknya satu hari. Yang harus ada dalam talang itu misalnya onde-onde, nasuwo liyo, ikan dole," ujar Ayu, wanita yang ikut memasak makanan dan menjaga talang di acara Pekande-kandea di Pasarwajo, Buton, Senin (24/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing talang dijaga oleh wanita Buton yang memakai baju adat dan sudah berdandan cantik. Mereka adalah beberapa ibu-ibu dan anak gadis yang memang sudah dipilih untuk menjaga talang. Semuanya duduk di depan talang dan turis serta warga Buton akan duduk berhadapan dengan wanita tersebut.
"Bisa dibilang saya menjaga talang, tapi ikut memasak juga. Ada yang satu talang 2 orang ada yang 1 orang," kata Ayu.
Tradisi ini dimulai dengan pidato pelepasan Pusuo. Kemudian barulah talang dibuka dan orang-orang pun segera melahap makanan yang ada dihadapannya. Para petinggi Buton, ketua adat, warga, bahkan turis asing menikmati berbagai kuliner dengan bersemangat.
Salah satu turis asing yang ikut serta menikmati hidangan Pekande-kandea berasal dari Estonia. Ia adalah Allika, seorang wanita yang mampir ke Buton dalam rangka Sail Tomini 2015. Wanita itu tampak menikmati kue palu yang rasanya manis
"Ini enak sekali, manis. Saya suka manis," kata Allika.
(sst/sst)










































