Tiket mengunjungi event lima tahunan itu dibagi menjadi beberapa kategori. Untuk tiket masuk dewasa: 39 Euro, pelajar: 33 Euro, dan senior atau lanjut usia: 28 Euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masuk ke dalam pameran, saya harus melewati gate atau pintu pemeriksaan. Seluruh barang bawaan pengujung di-screening dengan ketat. Pengunjung juga wajib melewati metal detector.
Dari gate, saya melewati sebuah tangga tinggi untuk menuju lorong panjang. Lorong panjang inilah yang akan mengantarkan pengunjung ke area pameran seluas 1,1 hektar.
Di tengah-tengah perjalanan, saya bertemu dengan beberapa panitia pameran. Mereka menawarkan passport untuk meminta stempel dari dari setiap paviliun negara yang dikunjungi, harganya 4 Euro atau sekitar Rp 64 ribu.
Saya sendiri tidak beli. Namun banyak pengunjung ramai-ramai membelinya. "Ini bukti saya sudah keliling dunia," canda salah satu pengunjung yang membeli passport.
Area pameran dibuka dengan panggung atraksi. Di tempat ini biasa dilakukan berbagai acara kenegaraan. Seperti siang itu sedang berlangsung Angola Day yang ditonton banyak orang.
Tepat di depan area atraksi tersebut terbentang lorong panjang dan lebar. Di kanan kirinya terdapat paviliun-paviliun dari negara peserta. Pengunjung bebas memilih negara mana yang mau didatangi lebih dulu.
Namun saat peak season, banyak paviliun negara begitu banjir pengunjung sehingga harus antre panjang. Termasuk pavilun Indonesia yang berada di ujung area pameran.
Selain menyambangi paviliun, pengunjung juga akan dimanjakan dengan beberapa atraksi. Seperti saat saya berjalan menuju Paviliun Indonesia, saya sempat bertemu dengan karnaval pangan.
Lapar? Jangan khawatir. Ada banyak area makanan yang tersedia di paviliun masing-masing negara. Jadi mau makanan dari negara mana saja? Ada! Tinggal dipilih.
Berjalan seharian tentu membuat kaki lelah. Tapi tenang saja, ada banyak tempat duduk untuk beristirahat sejenak. Bahkan ada kursi untuk bisa selonjoran atau meluruskan punggung lho!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok