Daerah konflik memang tidak dianjurkan untuk tempat wisata, meski memiliki pemandangan dan budaya yang indah. Potensi itu dilihat oleh operator tur 'Untamed Borders' dengan mengadakan paket tur ke daerah konflik.
Negara Pakistan, Afghanistan, hingga Ethiopia memiliki budaya yang kaya walau rawan konflik. Sekali pun dunia tahu akan keindahan alam di negara-negara tersebut, konflik yang terjadi membuat negara tersebut dijauhi turis.
Mengetahui hal tersebut, traveler bernama Kausar Hussain dan James Wilcox berkolaborasi untuk membuat operator tur bernama 'Untamed Border.' Dilansir detikTravel dari situs Untamed Borders, Rabu (30/9/2015) ditawarkan berbagai paket wisata ke daerah konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pihak 'Untamed Boders' menjanjikan pengawalan bersenjata hingga pemandu lokal yang sudah sangat mengenal medan dan dapat berbicara bahasa sekitar. Walau bukan tanpa bahaya, namun setidaknya keselamatan traveler lebih terjamin ketimbang pergi seorang diri.
Salah seorang traveler asal AS yang bernama Mike Ogden (22) telah mencoba traveling bersama 'Untamed Borders' ke Mogadishu di Somalia yang terkenal berbahaya Maret lalu. Mike pun mendapat kawalan beberapa penjaga bersenjata berat untuk melindunginya jika terjadi sesuatu.
Saat di Somalia, Mike mengaku sering melihat orang-orang yang membawa senjata di jalan, hingga kabur dari bandara setelah mendengar adanya ancaman bom. Banyak kisah yang tidak terduga.
"Saya tahu kalau saya pergi ke negara yang berbahaya untuk turis asing, namun persiapan yang diambil sebelum dan saat perjalanan begitu baik sehingga saya merasa aman," ujar Mike sepeti diberitakan Daily Mail.
Untuk memberikan pengamanan yang lebih baik, pihak 'Untamed Borders' membatasi peserta tur dari tiga orang hingga 12 paling banyak. Bahkan jika mau lebih aman, traveler juga bisa mencoba tur privat dengan bayaran tertentu.
Apabila Anda termasuk traveler pecinta negara konflik dan anti mainstream, harga paket wisata yang ditawarkan bervariasi dari 900 Poundsterling (Rp 19,9 juta) - 2.600 Poundsterling (Rp 57,7 juta), tergantung dari lama perjalanan dan negara yang dituju.
Negara konflik memang begitu menarik untuk dikunjungi, sayang faktor keamanan yang masih kurang membuat traveler berpikir ribuan kali untuk mengunjunginya. Semoga saja konflik cepet selesai, sehingga semua orang dapat bepergian dengan aman.
(rdy/sst)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump