Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 01 Okt 2015 11:35 WIB

TRAVEL NEWS

Koper Hilang & Rusak, Kisah Apes Klasik yang Mengesalkan

Ilustrasi koper traveler (Thinkstock)
Jakarta -

Kejadian apes kerap menimpa traveler yang membawa koper saat liburan. Apalagi kalau bukan kopernya rusak atau pun hilang. Tentunya bikin kesal bukan kepalang!

Itulah yang dirasakan beberapa traveler kepada detikTravel, Kamis (1/10/2015). Salah satunya adalah Rosa, mahasiswi 21 tahun ini mengaku pernah kehilangan koper. Bukan di bandara, melainkan di dalam kereta api yang sedang berjalan.

"Waktu itu saya naik kereta ekonomi tujuan Yogyakarta. Perasaan saya sudah nggak enak dari awal, benar saja waktu mau turun di Lempuyangan. Koper saya hilang, saya taruh di tempat tas yang ada di atas. Semua baju, buku kuliah, hilang. Sudah beberapa tahun yang lalu sih kejadiannya, waktu kereta ekonomi masih jelek banget. Kalau ingat kejadian itu masih nyesek," kata Rosa.

Rosa mengaku tidak sadar dengan apa yang menimpanya. Dia seakan tidur pulas dan tidak menyadari ada yang hilang. Baru ketika hendak turun dia sadar, koper yang dibawanya raib. Untung semua benda berharga disimpan dalam tas punggung yang dipeluknya erat saat tidur.

"Saya kurang waspada juga sih sampai koper segede itu bisa hilang. Harusnya lebih peka lagi kalau ada gerak-gerik penumpang lain yang aneh," tambah Rosa.

Selain Rosa, masih ada Novi yang mengalami kejadian apes serupa. Saat tiba di bandara koper Novi rusak dan disayat, hingga ada lubang yang cukup lebar di sisi bawah. Untungnya si pencuri tidak menemukan benda-benda berharga di koper Novi. Yang lebih bikin kesal lagi, pihak maskapai tidak mau bertanggung jawab atas kejadian apes yang menimpa Novi.

"Iya, mereka tidak mau tanggung jawab. Saya nggak usah sebut nama maskapainya. Ya sih nggak ada yang hilang, tapi kan ngeselin kopernya rusak dan mesti beli baru lagi. Nggak bisa dijahit itu," kata Novi.

Sejak saat itu, Novi menggunakan jasa pembungkusan koper dengan plastik wrap di bandara agar lebih aman. Novi mengaku sedikit trauma, namun tetap tidak mengurangi kecintaannya akan dunia traveling, sembari tetap berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

Kejadian yang menimpa Novi barangkali juga pernah menimpa traveler lainnya. Apes barangkali kata yang tepat untuk menggambarkan kejadian yang menimpa Novi dan Rosa. Meskipun apes, tetapi move on saja dan ikhlaskan kejadian tersebut. Jangan berhenti traveling hanya karena satu kejadian apes ya!

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA