Hal tersebut disampaikan oleh Yanti Sukamdani, Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) di sela-sela acara pembukaan Festival Batu Mulia dan Perhiasan Indonesia (BPMI) 2015, di arena parkir utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Yanti mengutarakan pendapatnya ketika disinggung tentang batu akik sebagai salah satu bentuk suvenir wisata yang trennya cenderung menurun.
"Yang namanya batu itu ada trennya. Kalau lagi ramai ya ramai, kalau lagi turun ya turun. Tapi ada orang-orang yang sudah jadi penggemar, yang memang senang. Ada nggak ada promosi atau festival, pasti akan tetap dicari," ujar Yanti, Jumat (23/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga untuk mengangkat tren batu mulia. Agar dunia internasional juga tahu, Indonesia punya batu-batu yang kualitasnya sangat baik. Batu Indonesia bisa mengalahkan batu dari Myanmar dan Brasil, tinggal cara kita mengemasnya saja yang masih kalah," kata Yanti yang juga merupakan anggota komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata.
Festival Batu Mulia dan Perhiasan Indonesia akan diselenggarakan dari hari Jumat (23/10) hingga Minggu (25/10) di Arena Parkir Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pameran akan diikuti oleh 159 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain pameran batu, masih ada beberapa acara seru lainnya di Festival Batu Mulia dan Perhiasan Indonesia (FBMPI) 2015. Acara itu antara lain workshop dari para ahli batu, pengasahan batu mentah, desain, sampai jadi sebuah cincin. Traveler juga bisa bertransaksi langsung dengan para penjual apabila tertarik dengan salah satu batu yang dipamerkan.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung