"Kami mengeluarkan tiket 20.000. Hingga saat ini, sudah terjual sekitar 15.00," ujar Veronica Lano, staf bagian Komunikasi KBS, Jumat (25/12/2015).
Dari pantauan detikTravel, antrean pengunjung nampak di pintu utama KBS. Pengunjung yang akan masuk, terlebih dahulu membeli tiket seharga Rp 15 ribu. Tiket tersebut kemudian dililitkan ke pergelangan tangannya dan membentuk seperti gelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parkiran sepeda motor yang ramai oleh pengunjung di depan KBS (Rois/detikTravel)
Petugas keamanan seperti security maupun Satpol PP Kota Surabaya ikut membantu melilitkan tiketnya ke pergelangan tangan pengunjung. "Kita prediksikan hari ini jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 16 ribu orang," ujar Veronica.
Libur Natal kali ini termasuk berbarengan dengan libur sekolah. Kesempatan liburan tersebut dimanfaatkan oleh salah satu keluarga Rudi, pengunjung yang datang dari Sidoarjo. Rudi bersama istri dan kedua anaknya, memanfaatkan liburan ini dengan mengajak keluarganya untuk rekreasi sambil memperlihatkan satwa ke anak-anaknya.
"Mumpung pas libur panjang, anak-anak juga liburan sekolah, rekreasi ke kebun binatang," ujarnya.
Para pengunjung terlihat antusias melihat tingkah laku koleksi satwa. Bahkan ada event rutin seperti menunggang gajah, unta, menjadi salah satu favorit pengunjung selama di KBS. Tapi sayang, ada pengunjung yang melempar makanan ke satwa seperti ke kera. Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh manajamen KBS.
"Kami sudah berulang kali mengimbau ke pengunjung agar tidak memberikan makanan sembarangan ke satwa. Kami tak akan berhenti akan terus mengedukasi ke pengunjung agar mentaati larangan memberi makanan," tandas Veronica.
Pengunjung KBS juga ada yang memanfaatkan foto bersama keluarganya di patung Suro-Boyo salah satu ikon Kota Surabaya yang lokasinya di depan pintu masuk utama KBS.
Wisatawan berfoto di depan ikon Surabaya (Rois/detikTravel)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong