"Inginnya mengembangkan pariwisata di Alor. Ada beberapa yang ingin dilakukan," ujar Bupati Alor, Amon Djodo saat ditemui di Bandara Mali Alor, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/2/2016).
Yang pertama ingin dikembangkan untuk memajukan pariwisata adalah membuka jalur penerbangan baru. Saat ini jalur penerbangan ke Alor hanya tersedia dari Kupang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Labuan Bajo, rencana penambahan rute juga inginnya ditambah adalah Kupang-Dili-Alor. Untuk menyiapkan akses baru, tentu bandara harus dipoles cantik. Oleh karena itu, Bandara Mali Alor rencananya akan diperpanjang landas pacunya pada tahun depan.
"Saat ini landas pacunya sepanjang 1.800 meter. Nanti tahun 2017 akan ditambah 250 meter supaya pesawat berbadan lebar bisa masuk,"
tuturnya.
Untuk akomodasi, sang bupati mengaku sedang mempersiapkan hotel-hotel untuk para pengunjung. Rencananya, Maret nanti akan ada launching hotel baru.
Nah, untuk dana, Alor punya anggaran yang sudah siap. Jadi, tak perlu waktu lama untuk mewujudkan semuanya.
"Anggaran untuk pembangunan pariwisata ada Rp 1,7 miliar, untuk pengadaan transportasi umum ada Rp 700 juta," ungkapnya.
Menurut Amon, dengan Rp 700 juta, bisa mengadakan kapal ferry untuk mengantar wisatawan ke antar pulau sekitar. Pariwisata cukup cerah di sini karena pendapatan daerah dari pariwisata sendiri termasuk 3 terbesar. Yang pertama adalah pertanian, kemudian pertambangan, dan yang ketiga adalah pariwisata.
(rdy/rdy)










































