Pamor Belitung naik tajam sejak novel Laskar Pelangi. Pantai jernih dengan batu raksasa menarik hati wisatawan. Menpar Arief Yahya mengatakan pariwisata di Belitung bisa dikembangkan seperti halnya Thailand mengembangkan Phuket atau Malaysia mengurus Langkawi.
"Sudah dikasih contoh yang amat bagus, tidak usah jauh-jauh, yang di negara tetangga saja, Malaysia punya Langkawi, Thailand punya Phuket," ungkap Menpar Arief Yahya, dalam rilis kepada detikTravel, Selasa (23/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Kualitas pasir putih pantainya, sampai di terumbu karangnya, potensi Belitung berani diadu. Kita nggak akan kalah. Kita baru benar-benar KO ketika sudah mulai dipotret integrated, ya akses, amenitas, dan atraksi digabungkan. Itu baru poin kita di bawah," lanjut Arief Yahya.
Oleh karena itu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, menjadi jurus untuk memajukan pariwisata Belitung. Karena pembangunan wisata Belitung harus dalam satu kordinasi. Semua urusan perizinan pun dikebut.
"Dari 15 tahap perizinan, tinggal 1 saja, yakni soal Amdal. Semua persyaratan, telah dijalani dengan rapi dan dan prosedural. Jika Minggu depan tuntas, maka itu akan menjadi bingkisan istimewa buat Pak Presiden yang sudah menjadi endorser Wonderful Indonesia," imbuh Arief.
Lantas apa untungnya menciptakan KEK di Belitung? Menurut Arief dengan KEK semua jenis usaha wisata bisa saling terkait dan terintegrasi menjadi sebuah destinasi wisata yang komplit.
"Biar mudah membayangkan, silakan ke Nusa Dua Bali. Sedangkan, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung dan Mandalika yang sudah dirancang KEK Pariwisata nanti kira-kira tiga kalinya Nusa Dua," kata dia.
Bagi para investor pariwisata akan ada banyak insentif untuk menanamkan modalnya di kawasan KEK, termasuk pengurangan pajak dan kemudahan perizinan. Sedangkan bagi masyarakat, mereka bisa ikut menikmati hasil dari pembangunan infrastruktur di Belitung. Sementara bagi wisatawan sudah pasti mereka bisa liburan dengan lebih nyaman.
"Jadi sekaligus menerapkan model seperti kajian yang sudah sukses di banyak negara pariwisata, yang disusun oleh UNWTO," pungkasnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun