Banyak Orang yang Mati, Kota Ini Larang Selfie

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Banyak Orang yang Mati, Kota Ini Larang Selfie

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 26 Feb 2016 13:11 WIB
Banyak Orang yang Mati, Kota Ini Larang Selfie
Wisatawan yang selfie di pinggiran tebing di pinggir laut Mumbai (AFP)
Mumbai - Kota Mumbai di India baru-baru ini mengeluarkan kebijakan baru. Turis dan warganya dilarang selfie gara-gara banyak yang mati!

Dilansir dari CNN Travel, Jumat (26/2/2016) larangan tersebut dikeluarkan oleh pihak kepolisan Mumbai. Data yang tercatat, selama tiga tahun sudah 19 orang yang meninggal dunia akibat selfie di India. Atau, hampir 40 % dari total kasus kematian akibat selfie sebanyak 49 korban jiwa.

"Ini adalah kasus yang baru bagi kami. Beberapa spot sudah kami identifikasi dan tidak ingin ada lagi korban jiwa," ujar juru bicara kepolisan setempat, Dhananjay Kulkarni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Mumbai, spot yang sering terjadi kecelakaan orang-orang saat selfie adalah di sepanjang pinggiran laut. Contohnya, ada dua wisatawan jatuh ke laut dan tenggelam akibat foto-foto selfie di pinggiran tebingnya.

Melipir ke Kota Chennai, pada bulan Januari lalu ada seorang remaja yang melakukan aksi selfie nekat. Dia selfie di pinggir rel dengan latar kereta yang sedang meluncur. Nahas, dirinya malah tertabrak kereta dan nyawanya tak tertolong.

Di Kota Gujarat, turis asal Austria mengalami kecelakaan gara-gara selfie. Ketika di Benteng Junagadh, dia terpeleset ke dalam sumur yang kedalamannya 9 meter. Beruntung, dirinya hanya mengalami luka-luka di kaki kiri.

Kembali ke Mumbai, bulan Januari kemarin, sebenarnya kepolisian Mumbai telah merilis 15 tempat yang berbahaya untuk selfie. Beberapa di antaranya yakni Marine Drive, Pantai Girgaum Chowpatty, Bandra Bandstand, Benteng Sion dan Benteng Worli. Kini, polisi turut disiagakan di tempat-tempat tersebut untuk melarang dengan tegas, orang-orang yang akan selfie!

"Kami telah mengerahkan polisi kami di tempat-tempat tersebut dan kami meminta pemerintah kota untuk memasang tanda-tanda peringatan. Khusus di pantai, kami tambah para penjaga pantai agar bisa memberikan pertolongan yang cepat," pungkas Dhananjay.

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads