Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Mar 2016 11:17 WIB

TRAVEL NEWS

Kota Lama Semarang Ditargetkan Jadi Warisan UNESCO Tahun 2020

Gereja Blenduk (Angling Adhitya Purbaya/detikTravel)
Gereja Blenduk (Angling Adhitya Purbaya/detikTravel)
Semarang - Destinasi wisata Kota Lama Semarang mulai berbenah dan menyiapkan diri agar menjadi salah satu warisan budaya UNESCO. Ditargetkan tahun 2020 Kota Lama Semarang sudah berada di list UNESCO.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi ketika mengukuhkan pengurus Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang di gedung Semarang Art Gallery kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (12/3/2016).

"Kita berharap 2020 target jadi list warisan budaya UNESCO, infrastruktur tugas pemerintah, perbaikan gedung mari sama-sama cari solusi," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendy itu.

Gedung peninggalan Belanda di Kota Lama Semarang memang sudah menjadi milik perorangan atau perusahaan bahkan BUMN. Oleh sebab itu perlu adanya kerjasama dari para pemilik agar gedungnya mau dikelola swasta, pemerintah, atau dikelola sendiri.

Salah satu sudut Kota Lama Semarang (Angling/detikTravel)


Hendy menjelaskan, dengan dikukuhkannya pengurus BPK2L maka akan dilakukan review seluruh dokumen bangunan-bangunan di lokasi yang memiliki sebutan 'Little Netherland' itu.

"Ada berapa gedung di Kota Lama? Berapa yang sudah direhab, di-make over dalam konteks revitalisasi? Berapa yang belum? Mana bangunan yang masih bagus, kondisi sedang, dan yang sudah rusak? Pemiliknya siapa, yang bisa dikerjasamakan siapa? Kalau sudah jelas semua, maka bagi tugas," paparnya.

Review tersebut merupakan salah satu poin pekerjaan BP2KL untuk mempercantik dan mempromosikan Kota Lama. Poin lainnya yaitu berkolaborasi untuk penyusunan dokumen nominasi untuk UNESCO. Kemudian penataan pedagang kaki lima (PKL) yang ternyata keberadaannya menjadikan daya tarik karena yang dijual barang-barang antik.

"Nanti ada yang mencari investor disambungkan dengan pemilik gedung untuk revilatilasi, make over, kemudian ada yang bertugas mempromosikan ke nasional dan internasional," tegasnya.

Destinasi kuliner di Kota Lama Semarang (Angling/detikTravel)


Sementara Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita mengatakan segera melakukan review dokumen dimiliki oleh BUMN. Ita menjelaskan sudah ada komunikasi dengan beberapa BUMN untuk mengelola bangunan kuno di Kota Lama yang belum dimanfaatkan.

"Seperti General Manager (GM) PT Telkom Jawa Tengah juga sudah bertemu dengan kami. Ada dua tempat, salah satunya di depan Gereja Blenduk. Nantinya, dipinjam untuk sentra usaha kecil dan menengah (UKM)," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang itu.

Dalam pengukuhan pengurus BPK2L, suami Menlu Retno Marsudi yaitu Agus Marsudi didaulat sebagai Duta Kota Lama Semarang karena kepeduliaannya dengan Kota Lama. Agus mengatakan, Kota Lama Semarang memiliki keunggulan dari segi keutuhannya. Meski demikian pengelolaannya selama ini memang terganjal masalah kepemilikan.

"Potensinya banyak, ada segi historis, arsitektur, tinggal diisi kegiatan yg menarik. Keunggulan di sini adalah kota lama warisan Belanda yang masih utuh, jika dibanding Kota Tua di Jakata. Keunggulannya di keutuhannya," kata Agus. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED