Kemeriahan Idul Fitri di Lombok ternyata belum pudar setelah seminggu berlalu. Masyarakat Lombok kemudian merayakan Lebaran Topat.
Lebaran Topat adalah suatu ajang untuk mempererat silaturahmi antar warga. Bukan saja antar warga Muslim namun juga warga beragama lain. Semua bercampur jadi satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi beda antara Lebaran Topat dan Perang Topat. Kalau Perang Topat hanya terjadi di Pura Lingsar. Dan itu lebih menitik beratkan kepada toleransi antar umat beragama. Karena melibatkan dua agama yaitu Islam dan Hindu," kata Kasi Produk Pariwisata Disbudpar NTB Siti Alfiah di Kantor Disbudpar NTB, Jalan Langko No 70, Mataram, Lombok, Rabu (13/7/2016).
"Kalau Lebaran Topatkan kita lebih ke kebersamaan. Lebih ke memperbaharui lagi tali silaturahmi antar sesama. Bukan saja sesama Islam tapi agama lain pun ikut," lanjutnya.
Seperti yang dilihat detikTravel di Kantor Disbudpar NTB, para PNS bersama-sama membawa makanan masing-masing. Kemudian, setelah itu mereka makan bersama-sama.
Menu seperti ketupat, opor ayam, plecing kangkung, kacang kedelai, dan kue-kue pun dihidangkan di meja makan. Selain itu es buah dan beberapa minuman bersoda juga menjadi pelengkap Lebaran Topat ini.
"Semoga kita bisa bertemu lagi di Ramadan dan Idul Fitri selanjutnya," tutur Alfi.
(rdy/fay)










































