Turis China pertama kali berwisata ke Bali di tahun 2007-2008. Pelan-pelan angka kunjungannya terus naik, yang terakhir sebanyak 700 ribu turis di 2015. Nyaris mendekati turis Australia yang paling banyak datang ke Bali, dengan angka 800 ribu turis.
"Tipikal turis China yang datang ke Bali, mereka datangnya secara berkelompok atau grup," ujar praktisi dan pemerhati pariwisata Bali yang juga pernah menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara kepada detikTravel, Kamis (28/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turis China dapat menghabiskan waktu sekitar 3-4 hari untuk liburan ke Bali. Dengan waktu yang singkat, turis China begitu efisien dan lebih suka untuk mendatangi tempat-tempat wisata yang lokasinya saling berdekatan.
"Nah karena waktu kunjungannya pendek, mereka suka datang ke tempat-tempat wisata yang jaraknya saling berdekatan," kata Puspa Negara.
Untuk kegiatan-kegiatan wisatanya, turis China sangat menyukai water sport. Menurut Puspa Negara, maka jangan kaget kalau melihat banyak turis China di pinggiran pantai terutama di lokasi-lokasi yang banyak water sportnya.
"Water sport seperti di Tanjung Benoa, itu mereka sangat suka. Bukan hanya di laut ya water sportnya, tapi di sungai juga seperti di Sungai Ayung," ujarnya.
Kegiatan wisata lainnya yang disukai turis China di Bali, ternyata tidak jauh beda dengan kegiatan wisatawan dalam negeri yang liburan ke Bali. Turis China, paling gemar belanja!
"Turis China juga suka belanja, beli aksesoris, oleh-olah dan barang-barang lainnya khas Bali, itu mereka suka sekali. Bisa belanja banyak mereka," pungkas Puspa Negara.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica