Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Agu 2016 08:20 WIB

TRAVEL NEWS

Kejar Target 20 Juta Wisman, Kemenpar Kerahkan Mahasiswa Pariwisata

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Foto: Suasana rakornas pendidikan tinggi pariwisata (dok Kemenpar)
Foto: Suasana rakornas pendidikan tinggi pariwisata (dok Kemenpar)
Jakarta - Kemenpar mengandalkan perguruan tinggi pariwisata untuk mencetak tenaga terampil demi menciptakan pelayanan yang baik untuk wisatawan. Semua itu agar memenuhi target kunjungan 20 juta wisman tahun 2019.

Perguruan tinggi yang mencetak SDM kepariwisataan dikumpulkan dalam Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata Se-Indonesia di Golden Tulip Bay View Hotel & Convention, Jl Raya Uluwatu, Ungasan, Bali, 3-5 Agustus 2016 kemarin. Temanya adalah Peran Aktif Perguruan Tinggi Pariwisata dalam Pencapaian Target 20 Juta Kunjungan Wisman Tahun 2019.

Total peserta ada 406 orang dari 114 perwakilan perguruan tinggi, 100 dosen sekolah tinggi pariwisata (STP), 14 pejabat pusat, 14 nara sumber, 8 tim perumus sisanya media, mahasiswa, dan peserta umum. Prof Dr Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, menjelaskan rakor ini untuk evaluasi dan mencapai pemahaman bersama di kalangan institusi pendidikan pariwisata untuk berkontribusi dalam meraih target kunjungan wisatawan.

"Kita akan punya 10 destinasi prioritas, akan ada banyak amenitas, akan ada banyak kebutuhan SDM. Di kampus inilah diproduksi calon-calon tenaga terampil di pariwisata," kata Ahman Sya dalam rilis Kemenpar kepada detikTravel, Senin (8/8/2016).

Banyak nara sumber hadir antara lain Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Bali Baru, yang pernah menjadi Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2002 itu. Semua perguruan tinggi pariwisata diberi tanggung jawab untuk mengembangkan Bali-Bali yang baru.

"Misalnya Akademi Pariwsata (Akpar) Medan membantu menangani pengembangan Destinasi Danau Toba. Karena sama-sama berada di Sumatera Utara. Begitu pun daerah lain, dicari yang terdekat baik secara jarak maupun psikologis," tutur Ahman Sya.

Porsi tanggung jawabnya berbeda, sesuai dengan kualitas dan kuantitas SDM yang dimiliki. Sekolah tinggi pariwisata punya tugas lebih besar dari akademi dan politeknik pariwisata.

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung akan menangani Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung, Kota Tua dan Kepulauan Seribu serta Borobudur," urainya. STP Nusa Dua Bali menangani Bromo Tengger-Semeru, Mandalika dan Labuan Bajo.

"Kalau Poltekpar Makassar menangani Wakatobi di Sulaweri Tenggara dan Morotai di Maluku Utara," tambah Ahman Sya.

Perguruan tinggi umum yang memiliki jurusan pariwisata juga akan dilibatkan oleh Kemenpar. Menurut Ahman Sya, sertifikasi lulusan Perguruan Tinggi Pariwisata sudah dilakukan di 10 Perguruan Tinggi. Sedangan yang lain akan dilaksanakan pada 2017, setelah Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) pihak pertama didirikan di Perguruan Tinggi tersebut.

"Kami terus berpacu dengan waktu, kami yakin target itu akan terlampaui. LSP pihak pertama sudah didirikan di 5 PT, yakni STP Bandung, Akpar Medan, Unisbank Semarang, STP Sahid, dan STPBI," tutupnya. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED