Gerakan 'Go Digital' yang digaungkan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Rakornas Pariwisata ke-3 ternyata bukan hanya sekedar gerakan move on. Di Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata, ini diartikan sebagai move up, gerakan untuk naik ke keadaan yang lebih baik.
"Pelan-pelan kami sudah mulai membiasakan diri masuk ke iklim digital. Manfaat dari teknologi informasi sekarang ini sangat besar. Dari smartphone yang ukurannya kecil ini kita bisa memanfaatkannya untuk berbagai macam hal," kata Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, dalam rilis kepada detikTravel, Sabtu (17/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 79 juta pengguna aktif media sosial. Sementara 66 juta aktif di media sosial ponsel. Angka penduduk yang melek digital jumlahnya sudah sepertiga penduduk Indonesia, sangat tinggi.
Dengan begitu mau tidak mau, Divisi Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata juga harus bertransformasi ke digital. Semua lini dituntut harus bisa mengukur dan menghitung posisi saat ini. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mengelola seluruh kebutuhan wisatawan.
"Di era digital saat ini, analisa data itu sangat penting dan mendasar. Semua harus bisa diukur," terang Esthy.
Era digital ini juga mempermudah dalam monitoring pergerakan wisatawan nusantara (wisnus). Ada inovasi digital via Monitoring Information System (MIS) dan Dashboard Digital Data yang siap menyajikan data dengan akurat. Pergerakan wisnus jadi mudah terpantau dengan basis seluler yang real time.
Strategi menggaet 275 juta perjalanan wisnus juga tak sulit lagi. Sudah ada Customer Service System (CSS) yang mulai diterapkan. Dari mulai SMS, digital survey, viral marketing, programatic digital promotion, semua sudah mulai dilakukan dengan basis digital.
Di MIS Dashboard wisnus, Bidang Pemasaran Promosi Pariwisata Nusantara menggunakan strategi marketing, asal, destinasi, timeline. Sekarang, cara ini sudah diterapkan di tujuh kota. Dari mulai Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar, sudah mulai terlayani MIS Dashboard wisnus.
Maka jika datang ke 7 kota tadi, saat traveler tiba di stasiun, bandara, terminal, atau perbatasan kota akan mendapat SMS LBA. Isinya bisa ucapan selamat datang dan informasi terkait destinasi yang dikunjungi.
"Misal, SMS ucapan selamat datang di Surabaya, ikuti Pekan Budaya Surabaya. Wisatawan tinggal klik link ke landing page informasi, kemudian ke info relevan di indonesia.travel. Semudah itu," beber Esthy.
Layanan SMS LBA yang baru menjangkau 7 provinsi, akan ditingkatkan menjadi 34 provinsi dan 10 destinasi di 2017. Frekuensi penyebarannya juga akan disesuaikan. Jumlah 900 ribu sms untuk 7 kota akan dinaikkan menjadi 1 juta sms per kabupaten/kota.
Promosi event wisata juga akan banyak dilakukan dengan menggaet sosok yang terkenal pula di dunia maya seperti para vlogger. Ini telah dilakukan saat Festival Kemerdekaan Pesona Danau Toba Agustus kemarin.
"Kami membuat video blogging dengan endorser Arief Muhammad dan Shalsabila, dua vlog papan atas Indonesia. Responnya sangat bagus. Dalam 2 minggu ada 290 ribu impresi dan 8.335 like," kata Esthy. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028