Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Sep 2016 10:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sambut Hari Badak Sedunia, Ada Tumpeng Hingga Lomba Mewarnai di Taman Safari

Muhajir Arifin
detikTravel
Foto: (Muhajir Arifin/detikTravel)
Foto: (Muhajir Arifin/detikTravel)
Pasuruan - Hari Badak Sedunia diperingati setiap tanggal 22 September. Taman Safari Prigen pun memperingatinya dengan berbagai kegiatan.

Taman Safari Prigen, Pasuruan, memperingati Hari Badak Sedunia. Peringatan ini diawali dengan selamatan Tumpeng Badak, kampanye penyelamatan badak dan diakhiri lomba mewarnai konservasi badak di hari Minggu nanti.

Tumpeng Badak merupakan simbol agar cita-cita Badak Tetap Lestari dapat tercapai. Aksi ini melibatkan pengunjung Safari Prigen dengan harapan menumbuhkan rasa cinta satwa dan konservasi.

"Tugas konservasi bukan ada di pundak pemerintah saja melainkan tugas kita semua," kata S&M Departement Head Taman Safari Prigen Idham Rustian Pribadi, Kamis (22/9/2016) kemarin.

(Muhajir Arifin/detikTravel)(Muhajir Arifin/detikTravel)
Di Tumpeng Badak itu juga disematkan harapan agar badak koleksi Safari Prigen selalu sehat, sukses dalam breeding-nya sehingga mampu menular ke badak-badak lain yang berada di luar sana. Hingga saat ini Safari Prigen masih kesulitan mengembangbiakkan badak koleksinya.

Peringatan ini juga sebagai peringatan bahwa badak merupakan salah satu satwa yang terancam punah. Saat ini cuma terdapat lima sub spesies badak di dunia, dua di antaranya ada di Indonesia yaitu badak Jawa dan badak Sumatera. Semua sub spesies tersebut terancam punah.

"Jika penyelamatan tidak segera ditingkatkan maka dipastikan kita tidak bisa melihat badak lagi," imbuh Idham.

(Muhajir Arifin/detikTravel)(Muhajir Arifin/detikTravel)
Populasi badak Jawa hanya tersisa 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon. Sedangkan badak Sumatera populasinya juga mengkhawatirkan. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 200 individu badak Sumatera yang tersebar di Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh), Bukit Barisan Selatan (Lampung) dan Waykambas (Lampung).

Kerusakan habitat seperti pembakaran hutan, pembalakan liar dan alih fungsi lahan telah menyebabkan badak-badak kehilangan 'rumah'. "Sudah saatnya kita berikan harapan kepada mereka dengan menjaga kelestarian hutan yang kita miliki," tandasnya.

Hari Badak sendiri diawali pada tahun 2010, WWF-Afrika Selatan mencetuskan perayaan Hari Badak Internasional yang pertama. Sejak saat itu setiap tanggal 22 September dirayakan sebagai Hari Badak Sedunia.

(Muhajir Arifin/detikTravel)(Muhajir Arifin/detikTravel)
(krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED