Ada Apa di Pulau Buru, Maluku?
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ada Apa di Pulau Buru, Maluku?

Bona - detikTravel
Rabu, 28 Sep 2016 18:50 WIB
Ada Apa di Pulau Buru, Maluku?
Pantai di Pulau Buru (rifki ferdiana/d'Traveler)
Jakarta - Apa yang terlintas di benak traveler kalau mendengar kata Pulau Buru? Inilah kecantikan Maluku yang belum banyak orang tahu.

Pulau Buru atau yang biasa disebut dengan Bupolo adalah daerah kabupaten dari Provinsi Maluku. Kecantikan alamnya yang masih perawan tak kalah dengan daerah timur Indonesia lainnya.

Promosi destinasi Bupolo akan diadakan oleh Kemenpar pada 8-12 Oktober 2016 dalam bentuk festival. Bicara soal destinasi wisata, salah satu destinasi unggulannya adalah Danau Rana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danau Rana merupakan danau terbesar yang berada di ketinggian 700 mdpl. Tempatnya yang tersembunyi menjadikan danau ini masih sangat alami.

Bukan hanya itu ada juga Pantai Jikumerasa. Pantai ini merupakan spot terbaik untuk diving. Traveler yang berkunjung ke sini bisa merasakan diving sambil menombak ikan. Seru!

Tak lengkap rasanya kalau pergi ke daerah laut tanpa menyantap hidangan hasil laut. Hidangan hasil laut terbaik ada di Teluk Bara.

"Di sini tidak perlu takut kehabisan ikan. Ikannya sangat banyak dan sangat gampang untuk diambil," jelas Wakil Bupati Kabupaten Buru, Ir Juhana Soedrajat kepada detikTravel pada Rabu (28/9/2016) setelah jumpa pers Festival Bupolo 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Di Teluk Bara, traveler bisa bakar ikan langsung dari laut. Bumbu yang berikan juga unik yaitu air laut.

"Tidak perlu pakai bumbu lagi. Hanya celupan air laut saja bisa bikin ikan bakar dengan rasa yang enak," ungkap Juhana.

Ada yang kurang rasanya kalau berwisata tanpa tahu sejarah daerah Bupolo. Traveler yang penasaran tentang masa lalu Indonesia jaman PKI bisa berwisata ke Desa Wae Apo. Di sana traveler akan melihat jejak hidup tahanan politik dan PKI yang hidup berdampingan dengan masyarakat Bupolo.

Penerbangan ke Bupolo hanya ada 2 kali seminggu dari Maluku. Jika ingin lewat jalur laut disediakan kapal fery dengan waktu tempuh 8 jam atau kapal cepat dengan waktu 5 jam.

"Diharapkan setelah promosi lewat Festival Bupolo 2016 ini akan ada 1000 wisman dan 5000 wisnus selama 5 tahun kedepan," tutup Juhana.

(rdy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads