Tantangan Menjadi Awak Kabin Emirates

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Dubai

Tantangan Menjadi Awak Kabin Emirates

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 24 Nov 2016 08:20 WIB
Tantangan Menjadi Awak Kabin Emirates
Para awak kabin Emirates (Afif/detikTravel)
Dubai - Menjadi awak kabin di maskapai sekelas Emirates pasti jadi impian banyak orang. Meski begitu, telah menanti tantangan yang tak kecil.

Atas undangan Emirates, detikTravel melancong ke Dubai dalam acara 'Indonesia Media Fam Trip' bersama rombongan media dari Jakarta dari tanggal 20 sampai 23 November 2016. Senin (21/11/2016) kemarin, agendanya adalah mampir ke Emirates Aviation College Crew Training di Al Rebat Street, Dubai.

Ronald Hartono Wibowo, selaku Leadership Training Specialist Cabin Crew Training menyambut kedatangan kami. Dari namanya sudah ketebak, dialah orang Indonesia yang sudah bekerja selama 18 tahun di Emirates.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun bercerita banyak mengenai pengalamannya terutama tantangan menjadi awak kabin maskapai Emirates. Dari soal budaya, hingga bahasa.

"Dulu saya masuk ke Emirates belum ngerti apa-apa. Hidup sendiri, kerja sendiri dan mengenal budaya di Dubai dan di tempat kerja sendiri," ujarnya membuka perbincangan.

Asal tahu saja, awak kabin Emirates berasal dari 130 negara dari berbagai belahan dunia. Bahkan sampai ada yang berasal dari kepulauan kecil di Samudera Pasifik sana, seperti dari Fiji dan Hawaii.

Lanjut ke cerita Robert, apa yang dirasakan juga turut dirasakan oleh awak kabin lain. Mengenali awak kabin lain dari negara lain, pasti punya budaya masing-masing. Satu lagi, soal bahasa.

"Bahasa yang dipakai sehari-hari bahasa Inggris. Tapi, aksen bahasanya susah-susah. Ada yang ngomong dengan cepat dan ada yang terdengar kurang jelas," kata Ronald.

Bahasa dan budaya, menurut Robert menjadi kandala pertama dan tantangan bagi calon awak kabin Emirates. Budaya Dubai sendiri yang mayoritas penduduknya Muslim juga menjadi shock culture bagi para awak kabin.

"Karena banyak Muslim di Dubai, misalnya pas bulan puasa toko-toko makanan di siang hari tidak buka. Itu juga yang harus dipelajari dan beradaptasi lagi. Semua calon awak kabin Emirates yang akan ditraining akan tinggal di Dubai," tutup Ronald.

(rdy/rdy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads