Tempat Pramugari Emirates Basah-basahan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Dubai

Tempat Pramugari Emirates Basah-basahan

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 30 Nov 2016 12:47 WIB
Tempat Pramugari Emirates Basah-basahan
Foto: (Afif/detikTravel)
Dubai - Emirates Aviation College Crew Training adalah tempat pelatihan pramugari Emirates di Dubai. Di sana pula terdapat pelatihan pendaratan darurat di air!

Atas undangan Emirates, detikTravel melancong ke Dubai dalam acara 'Indonesia Media Fam Trip' dari tanggal 20 sampai 23 November 2016. Pada Senin (21/11/2016) kemarin, agendanya adalah mampir ke Emirates Aviation College Crew Training di Al Rebat Street, Dubai.

Azlinda Aziz selaku Training Specialist, Safety & Emergency Procedure Emirates menemani awak media. Dari jabatannya sudah ketebak, dia adalah sang pelatih untuk prosedur evakuasi dan keselamatan di pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut, rangkuman penjelasannya:

1. Berada di First & Ground Floor

Foto: (Afif/detikTravel)
Emirates Aviation College Crew Training memiliki 7 lantai. Tempat untuk pelatihan evakuasi dan keselamatan di pesawat atau disebut Emergency Evacuation Training Hall berada di First & Ground Floor. Beberapa bagian pelatihannya di sana seperti B777-200/300 Door Trainer, A380 Door Trainer, Safety & Emergency Equipment Training, A380 Door Trainer, A330/A340 Emergency Evacuation Simulator, A380 Emergency Evacuation Trainer dan B777-200/300 Emergency Evacuation Simulator.

"Kita memiliki dua pesawat Airbus dan Boeing sebagai simulator yang canggih dan sesuai aslinya. Pesawat-pesawat itu dapat berguncang ke kiri-kanan dan atas-bawah seperti pesawat sedang mengudara. Kami benar-benar ingin memperlihatkan situasi yang sungguhan kepada calon-calon pramugari," papar Azlinda Aziz atau yang biasa disapa Linda.

2. Satu kelas pelatihan tak lebih 20 orang

Foto: (Afif/detikTravel)
Dalam satu hari, calon pramugari harus mengikuti beberapa kelas. Khusus kelas prosdeur evakuasi dan keselamatan di pesawat ini, buka dari pukul 06.00 pagi sampai 23.00 malam. Linda yang merupakan pelatih di sini berujar, makin sedikit jumlah calon pramugari yang belajar justru makin bagus.

"Satu kelas pelatihan di sini biasanya 20 orang, paling banyak mentok di 25 orang. Lebih baik tidak terlalu banyak agar kita sebagai pelatih juga dapat fokus memberi pelatihan sampai detil," tuturnya.

3. Tempat basah-basahan

Foto: (Afif/detikTravel)
Terdapat kolam renang yang luas di Emergency Evacuation Training Hall. Di sinilah tempatnya pendaratan darurat pesawat di atas air. Calon pramugari akan berlatih tentang cara membuka seluncuran dan mengevakuasi penumpang secepat dan sefisien mungkin.

"Nama kolam renang ini dijuluki 'Wet Grill'. Di sini tempatnya pramugari basah-basahan. Semuanya akan melakukan evakuasi seperti aslinya dan ikut meluncur ke air," kata Linda.

Kedalaman kolamnya paling dalam sedalam 1,8 meter. Semua pramugari Emirates diwajibkan bisa berenang!

4. Pelatihan membuka pintu

Foto: (Afif/detikTravel)
Door Trainer merupakan kelas pelatihan yang tak kalah penting. Di sini Linda langsung mempraktekan kepada awak media, bagaimana cara membuka pintu darurat. Tapi sebelum itu, yang harus diperhatikan pramugari dan awak kabin adalah melihat situasi di luar pesawat.

"Kita ada tampilan visual suatu keadaan yang terlihat lewat jendela pesawat. Tampilann visualnya itu misalnya terjadi kebakaran hingga hujan. Pramugari tak boleh sembarangan membuka, tapi harus melihat situasi di luar pesawat terlebih dulu," terangnya.

5. Pramugari harus ikut pelatihan ulang setiap tahun

Foto: (Afif/detikTravel)
Semua awak kabin wajib mengikuti Recurrent Training alias pelatihan ulang selama dua hari setiap tahunnya. Ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan memperpanjang izin keselamatan mereka.

"Ya, jika sudah jadi pramugari bukan artinya tidak ikut kelas pelatihan keselamatan lagi. Mereka harus kembali setiap tahun untuk belajar kembali. Keselamatan adalah hal utama dalam penerbangan," tegas Linda.

6. Jangan sepelekan pramugari

Foto: (Afif/detikTravel)
Apa yang terlihat di Emergency Evacuation Training Hall ini, membuka pikiran saya. Ternyata menjadi seorang pramugari, bukanlah barang mudah. Mereka tak hanya dituntut untuk tampil anggun dan ramah melayani penumpang, namun juga harus berlatih keras demi keselamatan penumpang juga.

"Makanya, tolong jangan pernah hiraukan perintah pramugari dan awak kabin. Dibalik senyuman pramugari, mereka sebenarnya adalah wanita yang kuat yang sudah diasah untuk keselamatan penumpang," tutup Linda.
Halaman 2 dari 7
Emirates Aviation College Crew Training memiliki 7 lantai. Tempat untuk pelatihan evakuasi dan keselamatan di pesawat atau disebut Emergency Evacuation Training Hall berada di First & Ground Floor. Beberapa bagian pelatihannya di sana seperti B777-200/300 Door Trainer, A380 Door Trainer, Safety & Emergency Equipment Training, A380 Door Trainer, A330/A340 Emergency Evacuation Simulator, A380 Emergency Evacuation Trainer dan B777-200/300 Emergency Evacuation Simulator.

"Kita memiliki dua pesawat Airbus dan Boeing sebagai simulator yang canggih dan sesuai aslinya. Pesawat-pesawat itu dapat berguncang ke kiri-kanan dan atas-bawah seperti pesawat sedang mengudara. Kami benar-benar ingin memperlihatkan situasi yang sungguhan kepada calon-calon pramugari," papar Azlinda Aziz atau yang biasa disapa Linda.

Dalam satu hari, calon pramugari harus mengikuti beberapa kelas. Khusus kelas prosdeur evakuasi dan keselamatan di pesawat ini, buka dari pukul 06.00 pagi sampai 23.00 malam. Linda yang merupakan pelatih di sini berujar, makin sedikit jumlah calon pramugari yang belajar justru makin bagus.

"Satu kelas pelatihan di sini biasanya 20 orang, paling banyak mentok di 25 orang. Lebih baik tidak terlalu banyak agar kita sebagai pelatih juga dapat fokus memberi pelatihan sampai detil," tuturnya.

Terdapat kolam renang yang luas di Emergency Evacuation Training Hall. Di sinilah tempatnya pendaratan darurat pesawat di atas air. Calon pramugari akan berlatih tentang cara membuka seluncuran dan mengevakuasi penumpang secepat dan sefisien mungkin.

"Nama kolam renang ini dijuluki 'Wet Grill'. Di sini tempatnya pramugari basah-basahan. Semuanya akan melakukan evakuasi seperti aslinya dan ikut meluncur ke air," kata Linda.

Kedalaman kolamnya paling dalam sedalam 1,8 meter. Semua pramugari Emirates diwajibkan bisa berenang!

Door Trainer merupakan kelas pelatihan yang tak kalah penting. Di sini Linda langsung mempraktekan kepada awak media, bagaimana cara membuka pintu darurat. Tapi sebelum itu, yang harus diperhatikan pramugari dan awak kabin adalah melihat situasi di luar pesawat.

"Kita ada tampilan visual suatu keadaan yang terlihat lewat jendela pesawat. Tampilann visualnya itu misalnya terjadi kebakaran hingga hujan. Pramugari tak boleh sembarangan membuka, tapi harus melihat situasi di luar pesawat terlebih dulu," terangnya.

Semua awak kabin wajib mengikuti Recurrent Training alias pelatihan ulang selama dua hari setiap tahunnya. Ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan memperpanjang izin keselamatan mereka.

"Ya, jika sudah jadi pramugari bukan artinya tidak ikut kelas pelatihan keselamatan lagi. Mereka harus kembali setiap tahun untuk belajar kembali. Keselamatan adalah hal utama dalam penerbangan," tegas Linda.

Apa yang terlihat di Emergency Evacuation Training Hall ini, membuka pikiran saya. Ternyata menjadi seorang pramugari, bukanlah barang mudah. Mereka tak hanya dituntut untuk tampil anggun dan ramah melayani penumpang, namun juga harus berlatih keras demi keselamatan penumpang juga.

"Makanya, tolong jangan pernah hiraukan perintah pramugari dan awak kabin. Dibalik senyuman pramugari, mereka sebenarnya adalah wanita yang kuat yang sudah diasah untuk keselamatan penumpang," tutup Linda.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads