Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Feb 2017 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Cirebon Ingin Jadi Mini Bali

Tri Ispranoto
Redaksi Travel
Foto: (dok Tri Ispranoto)
Foto: (dok Tri Ispranoto)
Cirebon - Pemkot Cirebon kini mulai menggarap pengembangan pariwisata. Bahkan, pemerintah berharap kelak Kota Cirebon bisa menjadi mini Pulau Bali di Jawa Barat.

Staf Ahli Wali Kota Cirebon Bidang Pembangunan, Wahyo mengatakan, untuk mewujudkan itu pemerintah memerlukan adanya kerja sama yang baik mulai dari masyarakat hingga akademisi. Pasalnya dia menyadari betul jika Kota Cirebon memiliki potensi yang luar biasa.

Saat ini, kata Wahyo, pemerintah secara bertahap terus melakukan pembenahan pada sektor pariwisata mulai dari yang bebasis alam, budaya, buatan, hingga kuliner. Sehingga nantinya ke depan pariwisata bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Sekarang lihat Bali mereka bisa hidup dari pariwisata. Dan Kota Cirebon akan menjadi salah satu destinasi unggulan. Cirebon jadi mininya Bali," ucapnya usai menghadiri Seminar Nasional Pengembangan Pariwisata Cirebon Berkelanjutan Berbasis Heritage di Universitas 17 Agustus 1945 Kota Cirebon, Rabu (22/2/2017).

Soal hambatan pariwisata, Wahyo mengakui memang ada beberapa terutama dari sisi infrastruktur, angkutan, fasilitas, dan faktor teknis lain. "Di kita itu wisatanya kurang ngangenin tidak seperti kota lain. Tapi mudah-mudahan ke depan geliat patiwisata bisa meningkat," tuturnya.

Di tempat yang sama Kabid Pariwisata Disporaparbud Kota Cirebon, Edi Tohidi menjelaskan, salah satu hal yang menghambat adalah minimnya anggaran yang telah disahkan. Sehingga anggaran tersebut tidak mencukupi terutama untuk membuat fasilitas atau destinasi tambahan.

"Dari tahun ke tahun yang disetujui hanya Rp 500 juta. Itu minim sekali dibanding dengan daerah lain. Kita selalu mengajukan lebih tapi selalu dipangkas, saya tidak tahu kenapa. Jadi anggaran itu hanya bisa mencangkup promosi dan monitoring. Dan saya rasa tidak efektif," beber Edi.

Hasil Penelitian Keraton Kacirebonan

Pada acara seminar tersebut dibeberkan empat poin kesimpulan hasil dari penelitian bersama antara Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Cirebon), Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (Jakarta), dan Keraton Kacirebonan yang dilakukan oleh Arief Faizal Rachman, SST. Par., MT (Ketua-Dosen Trisakti), Riyanto Wibowo, SST., M.Si (Anggota-Dosen Untag), dan Ratna Puspita Dewi, SIP., M.MPar (Anggota-Dosen Untag) dengan objek Keraton Kacirebonan.

Kesimpulan pertama adalah masyarakat setempat berpartisipasi dalam informasi terhadap wisata heritage Keraton Kacirebonan melalui lisan dan kekeluargaan. Lembaga atau kelompok masyarakat penggerak pariwisata di Keraton Kacirebonan sudah ada namun belum bersinergi sehingga dampaknya kurang informasi dan kepedulian masyarakat terhadap wisata heritage Keraton Kacirebonan.

Kedua, dari segi atraksi wisata Keraton Kacirebonan dinilai cukup memenuhi unsur mulai dari nilai pendidikan terhadap generasi muda, pembangunan karakter generasi muda, memiliki nilai kebudayaan yang cukup kuat, dan menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon.

Poin selanjutnya dinilai dari fenomena wisata kuliner, Cirebon memiliki daya pikat tersendiri. Bahkan wisatawan yang berkunjung akan menyempatkan diri untuk mencicipi berbagai kuliner khas. Namun dari hasil penelitian empal gentong menjadi buruan utama wisatawan.

Terakhir, terkait nasi bogana sebagai warisan budaya Keraton Kacirebonan sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas. Panganan yang tidak jauh berbeda dengan nasi tumpeng itu dulunya hanya disuguhkan pada raja, namun kini setiap tamu datang bisa mencicipinya dan menjadi daya tarik tersendiri. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED