Pariwisata Bali (Belum) Sempurna

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Bali (Belum) Sempurna

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 27 Feb 2017 16:30 WIB
Pariwisata Bali (Belum) Sempurna
Foto: Turis di Pantai Kuta (Gede Suardana/detikTravel)
Jakarta - Jika menunjuk daerah mana yang pariwisatanya paling maju, semua pasti sepakat menyebut Bali. Tapi ternyata, pariwisata Bali masihlah belum sempurna.

Hal ini dijabarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha kepada detikTravel. Dirinya berpendapat, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata memiliki rencana mengembangkan 10 destinasi wisata Bali Baru alias 10 Destinasi Prioritas seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Mandalika di NTB hingga Morotai di Maluku Utara.

"Memang ada rencana mengembangkan 10 Bali baru. Namun Balinya sendiri masih harus diperhatikan, karena kita jugalah yang menyumbangkan kunjungan turis terbesar," katanya, Senin (27/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung Gede merinci satu per satu apa-apa saja yang mesti dibenahi di Bali. Pertama soal bandara yang merupakkan gerbang masuk turis. Terus mengandalkan Bandara Ngurah Rai, artinya kunjungan turis yang datang pun akan terus stagnan.

"Bandara Ngurah Rai slot penerbangannya sudah penuh. Sedangkan permintaan dari banyak maskapai internasional terus bertambah, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dari itu, sudah saatnya membuka bandara di Bali bagian utara," tuturnya.

Untuk membuka bandara di Bali bagian utara, Pemerintah Daerah Bali tidak bisa bergerak sendiri. Butuh bantuan dari pemerintah pusat perihal urusan teknis dan biaya. Jika punya bandara di utara Bali dibuka artinya banyak kesempatan penerbangan baru masuk ke Bali.

Kemudian soal infrastruktur jalan, yang masih terpusat di bagian selatan Bali. Alangkah baiknya, infrastruktur jalan juga menyebar di bali bagian timur, barat dan utara. Sehingga memudahkan mobilitas turis, agar tidak melulu di selatan Bali terus.

"Kalau infrastruktur jalan sudah bagus, bisa cair itu macet di bagian selatan di Kuta dan Nusa Dua. APBD kita tidak kuat, untuk membangun jalan-jalan dan jalan tol ke timur dan barat Bali," papar Agung Gede.

Selanjutnya soal pelabuhan kapal pesiar, baru terdapat 3 saja di Bali yang berada di timur, utara dan selatan. Lagi-lagi masih di selatan, tepatnya di Tanjung Benoa. Tahun 2017 ini, tercatat sudah 70 kapal pesiar yang akan masuk ke sana.

"Di timur, Tanah Ampo kita belum berani melabuhkan kapal pesiar. Sebab pelabuhan belum siap dan penumpang harus turun pakai sekoci baru bisa ke darat. Gelombang lautnya cukup kuat," kata Agung Gede.

Agung Gede meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR untuk membantu membenahi dan terus mengembangkan pariwisata Bali. Pariwisata Bali memang sudah mendunia, namun masih belum sempurna.

"Tidak apa-apa pemerintah mau mengembangkan 10 Bali Baru, itu bagus agar turis merata ke seluruh Indonesia. Kami cuma minta agar Bali tidak dilupakan, masih banyak yang harus dikerjakan di sini," pungkasnya. (aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads