Baru-baru ini heboh turis Singapura digigit komodo di Kampung Komodo, Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Turis ini saat itu berjalan-jalan sendiri tanpa ditemani ranger hingga akhirnya digigit saat tengah memotret komodo.
Nah, Kampung Komodo ini letaknya lumayan jauh dari Loh Liang, area wisata yang kerap dikunjungi turis, tapi memang turis juga boleh berkunjung ke sana. Kampung tersebut dihuni sekitar 1.700-an orang, di mana penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, pemandu wisata dan pemahat patung untuk suvenir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (dok istimewa/Ian) |
Warga setempat hidup damai dengan komodo. Jika tidak diganggu, komodo tidak akan menyerang. Mereka juga menjaga kelestarian komodo, tidak berburu komodo untuk dimakan. Malah kadang warga membiarkan ikan hasil tangkapannya dimakan sang naga purba.
"Biasanya dulu kan kita gini, laut kan, ada hasil ikan kita jemur di depan rumah, di belakang rumah. Kadang komodo itu datang makan, terus kita lemparin (batu) menyingkir," kata Ian.
Saat ada sisa-sisa ikan yang tak bisa dikonsumsi, warga terkadang membuangnya ke hutan. Ikan-ikan tersebut biasanya juga akan dimakan oleh komodo.
Foto: Kampung Komodo (dok istimewa/Ian) |
Ian mengatakan dahulu kambingnya pernah diserang komodo hingga mati. Dia pun merelakannya dan tetap tidak balas memburu komodo itu.
"Yang tidak terlupakan dulu dia pernah makan kambing saya sampai mati. Kambingnya mati, induknya luka," ucapnya.
Dalam sehari-hari juga para warga tidak membawa tongkat bercabang untuk menghalau komodo seperti milik ranger. Jika ada komodo mulai mendekat atau dirasa membahayakan biasanya dilempar batu dan hewan itu akan pergi.
"Kalau di kampung jarang pakai tongkat. Paling lempar batu (komodo) lari. Yang pegang kayu biasanya di tempat kunjungan itu," kata Ian. (krn/fay)












































Foto: (dok istimewa/Ian)
Foto: Kampung Komodo (dok istimewa/Ian)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong