Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Jul 2017 13:50 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Komunitas di Banyuwangi Bersatu Perangi Sampah

Ardian Fanani
Redaksi Travel
Foto: (istimewa)
Foto: (istimewa)
Banyuwangi - Anak-anak muda dan masyarakat Banyuwangi patut diacungi jempol. Komunitas-komunitas di sana bersatu 'memerangi' sampah!

Kebersihan merupakan syarat utama bagi kota yang mengusung pariwisata. Kepedulian dan kesadaran masyarakat menjadi hal yang penting dalam mewujudkan kota yang bersih. Tak jarang, banyak kota atau kabupaten yang gagal mewujudkan sebagai kota bersih. Karena tak ada keterlibatan masyarakat dalam menggalakkan kebersihan itu. Namun ada juga masyarakat yang ingin mewujudkan Kota / Kabupaten miliknya bersih dari sampah. Bahkan mereka melakukan dari kesadaran diri masing-masing.

Salah satunya adalah komunitas-komunitas anak muda yang peduli dengan sampah yang ada di Banyuwangi. Mereka adalah Seasoldier Banyuwangi, Isun Banyuwangi, Kopiwangi, Osoji Banyuwangi, Rumah Kompos Ramang Rakasiwi (Maskot) Banyuwangi, Forum Banyuwangi Sehat (FBS) dan Merdeka Dari Sampah (MDS). Mereka membentuk sebuah forum, yang mereka beri nama "Banyuwangi Bebas Sampah". Target mereka, adalah membuat Banyuwangi bersih dari sampah di tahun 2020.

"Kita bentuk Banyuwangi Bebas Sampah 2020 ini tanggal 17 Januari 2016. Pada saat itu kita bentuk menjelang HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2016. Mulai dari itu kita bergerak mewujudkan tujuan kita, yakni Banyuwangi bisa bebas sampah di tahun 2020," ujar Putri Agustin, salah satu penggagas Banyuwangi Bebas Sampah 2020, kepada detikTravel, Rabu (26/7/2017).

(dok Istimewa)(dok Istimewa)

Menurutnya, munculnya forum ini dilandasi dengan keprihatinan terhadap sampah di Banyuwangi. Selain itu, label Banyuwangi sebagai kota pariwisata, menjadi momok untuk menciptakan Banyuwangi harus bersih dari sampah.

"Kita langsung gerak menggelar kegiatan perdana pada saat HPSN, 21 Februari dengan menggelar kegiatan bersih-bersih di tiga lokasi, antara lain Pantai Boom Banyuwangi, Pantai Satelit Muncar dan Kawah Ijen. Alhamdulillah banyak relawan yang ikut diluar komunitas kami. Total sekitar 625 relawan ikut dalam acara kami perdana itu," tutur perempuan yang biasa dipanggil Mbak Mput ini.

(dok Istimewa)(dok Istimewa)

Dari hasil kegiatan bersih-bersih di tiga lokasi itu, forum Banyuwangi Bebas Sampah mendapatkan 10 ton sampah yang terdiri dari sampah organik 2 ton dan sampah anorganik sebanyak 8 ton.

Dari situlah, virus-virus kepedulian tentang hidup bersih dari sampah dimulai. Mereka memulai dari diri sendiri, dan menularkan kepada masyarakat lain.

Kampanye Peduli Sampah Mulai Dari Medsos Hingga Tatap Muka

Forum Banyuwangi Bebas Sampah 2020 terus melakukan aktivitas perang terhadap sampah hingga saat ini. Selain kegiatan rutin bulanan, mereka juga berkampanye tentang sampah melalui media sosial.

"Kita lakukan rutin tiap bulan untuk bersih-bersih sampah. Karena kami melihat masih banyak sampah di Banyuwangi. Selain itu, kita melakukan kampanye peduli sampah melalui media sosial," terang Mbak Put.

Menurut wanita yang biasa dipanggil Mbak Mput ini, media sosial sangat efektif untuk menularkan virus kepedulian dengan sampah. Berbagai kegiatan Banyuwangi Bebas Sampah 2020 yang dilakukan selalu di-share untuk membangkitkan semangat masyarakat peduli menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

"Medsos sangat bermanfaat bagi kami untuk memberikan pemahaman pentingnya peduli sampah. Kami berharap kampanye kami bisa diterima masyarakat," tambahnya.

Tak hanya di media sosial, kata Mput, kegiatan kampanye Banyuwangi Bebas Sampah 2020 dilakukan di dunia pendidikan. Anggota forum juga blusukan ke sekolah hingga universitas, hanya untuk memberikan edukasi tentang sampah. "Kalau usia dini dikenalkan dengan kepedulian tentang sampah pastinya akan membentuk karakter saat dewasa," tambahnya.

(dok Istimewa)(dok Istimewa)

Dalam setiap agenda kampanye peduli sampah, forum ini selalu menggelar berbagai acara. Mulai dari diskusi tentang isu persampahan, menggelar nonton bareng (nobar) sampah dan deklarasi bebas sampah.

Kampanye peduli sampah juga menyasar di beberapa destinasi wisata di Banyuwangi. Kampanye dilakukan terhadap para wisawatan yang datang dengan membawa sampah dilokasi tersebut. Tak hanya itu, mereka juga selalu mengingatkan kepada guide untuk mengingatkan wisatawan yang dibawanya untuk sadar tentang sampah.

"Kita juga pernah bekerjasama dengan BKSDA untuk kampanye sampah. Di Ijen juga kita pernah mengumpulkan giude untuk mengingatkan tamunya. Pendaki juga pernah kita minta tolong untuk mengingatkan wisatawan tidak buang sampah sembarangan," tambahnya.

(dok Istimewa)(dok Istimewa)


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED