Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Jul 2017 16:30 WIB

TRAVEL NEWS

Trashbag Community, Gerakan Peduli Sampah di Gunung

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Gerakan Trasbag Community (dok Trashbag Community)
Gerakan Trasbag Community (dok Trashbag Community)
Jakarta - Sampah menjadi momok, tidak terkecuali di gunung. Untunglah ada Trashbag Community, sekelompok anak muda yang peduli untuk membersihkan sampah di gunung.

Terlahir dari rasa prihatin akan banyaknya sampah di sejumlah gunung Indonesia, terciptalah gerakan peduli sampah gunung yang menamakan dirinya sebagai Trashbag Community. Gerakan atau komunitas ini lahir pada 11 November 2011 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut, merangkul semua pihak, khususnya anak muda untuk peduli.

Pada awalnya, Trashbag Community tercipta dari hasil tukar pikiran Ragil Budi Wibowo (28) dan Irfan Nugraha. Selaku salah satu pencetus komunitas, Ragil merasa tergerak untuk membersihkan sampah di gunung sekaligus menyadarkan para pendaki tentang kondisi lingkungan yang makin buruk.

"Sebenarnya dasarnya ini kita bukan secara resmi organisasi, tapi malah lebih ke gerakan, sebenarnya gitu yang kadang mereka belum paham juga," ujar salah satu founder Trashbag Community, Ragil saat dihubungi detikTravel via telepon pada Selasa malam (25/7/2017).

Komunitas ini pun akti mmeungut sampah di gunung (dok Trashbag Community)Komunitas ini pun akti memungut sampah di gunung (dok Trashbag Community)

Dalam menjalankan aksinya, Trashbag Community selalu melakukannya dalam setiap kesempatan, tidak terkecuali pada acara besar saja. Adapun anggota dari Trashbag Community, ternyata tidak hanya berasal dari anak muda saja.

Diketahui, Trashbag Community terbagi dua status keanggotaan. Yang pertama adalah relawan yang aktif dan terlibat langsung dalam aksi di lapangan, serta simpatisan yang lebih condong untuk mendukung aksi komunitas di sosmed dan lainnya.

Aksi peduli sampah di gunung pun turut didukung oleh pemberian edukasi kepada para pecinta alam, hingga pengawasan berupa pemantauan kondisi sampah di gunung. Setiap aksi memang dimaksudkan untuk menambah kesadaran semua pihak akan kondisi aktual di lapangan.

Sejak didirikan pada tahun 2011 lalu, perlahan Trashbag Community mulai mendapat perhatian dan diakui oleh masyarakat.

"Alhamdullilah indikatornya kita gak bisa bilang berkembang, tapi udah mulai diterima masyarakat indonesia lah," ujar Ragil.

Semua pihak pun harus terlibat dan peduli (dok Trashbag Community)Semua pihak pun harus terlibat dan peduli (dok Trashbag Community)

Ditambahkan oleh Ragil, Trashbag Community akan melakukan kegiatan operasi bersih 17 gunung serentak. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan itu dijadwalkan pada 17 Agustus atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

"Yang jelas kita mau ngadain operasi bersih 17 gunung, lanjutnya Sapu Jagad, itu 17 Agustus kita momentum Hari Kemerdekaan yang alhamdullilah sampai hari ini rencana akan didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kita juga ceremonial inshaallah pelepasan tanggal 17 di Manggala di kementerian," ujar Ragil.

Momen Kemerdekaan Indonesia menjadi momentum, khususnya bagi Trashbag Community untuk menekankan pentingnya pengawalan dari para pendaki akan regulasi yang ada di gunung. Dalam hal ini adalah sampah di gunung.

"Sebenarnya ini momentum juga buat kita semua untuk saling menegur, jadi esensi dari kegiatan ini bukan cuma konteksi sampah, tapi akar permasalahannya yang mengawal regulasi. Setiap gunung kan udah ada regulasinya, tapi yang mengawal gak ada. Di sini kita mengajak sebenarnya agar sesama pendaki saling ngawasin, kita di sini kan jadi pengawal peraturan. Karena konteks banyak sampah di gunung akar permasalahannya bukan dari sampahnya tapi perilaku pengunjungnya itu," jelas Ragil.

Peraturan sudah ada, tentu dibutuhkan pengawalan dan tanggung jawab dari para pendaki untuk saling mengingatkan pribadi dan pendaki lain untuk tidak buang sampah sembarangan. Barangsiapa yang naik membawa sampah, harus turun kembali dengan sampahnya.

Menariknya, siapa pun yang merasa peduli akan alam dan gunung Indonesia, dipersilakan untuk bergabung dengan Trashbag Community secara cuma-cuma.

Cukup dengan mengisi formulir yang ada di laman Facebook mereka, traveler dapat turut serta dalam kegiatan positif Trashbag Community. Namun jika ada traveler yang ingin bertemu dan ngobrol langsung dengan Trashbag Community, bisa mampir ke basecampnya di Jalan Pejaten Barat No 8, RT/8 RW/8.

Namun di balik keanggotaan, yang terpenting adalah kesadaran dalam diri yang mencintai gunung sebagai titipan untuk anak cucu di masa depan. Bahwa sejatinya alam menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan hanya Trashbag Community dan pemerintah semata. Sudahkah Anda mencintai dan menjaga alam?


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED