Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Jul 2017 18:55 WIB

TRAVEL NEWS

Bule Jerman yang Cinta Indonesia dan Pernah Bersihkan Gili Trawangan

Shinta Angriyana
Redaksi Travel
Frederik Neust, bule Jerman yang cinta Indonesia (dok Istimewa)
Frederik Neust, bule Jerman yang cinta Indonesia (dok Istimewa)
Jakarta - Frederik Neust, bule Jerman ini begitu jatuh cinta dengan Indonesia. Malah dia langsung membuktikannya, dengan memungut sampah di Gili Trawangan, Lombok.

Indonesia diberkahi dengan berbagai macam kekayaan alam. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tempat wisata. Padahal, nantinya cucu-cucu kita yang juga merasakanya.

Salah satu aksi dari bule yang satu ini patut diberikan pujian. Adalah Frederik Neust, seorang pria kewarganegaraan Jerman berusia 26 tahun memungut sampah yang ada di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Diaa merasa malu dan sedih karena terdapat sisi pantai yang kotor karena sampah yang berserakan.

Potongan video Frederik saat membersihkan sampah di Gili Trawangan (Instagram/fredneust)Potongan video Frederik saat membersihkan sampah di Gili Trawangan (Instagram/fredneust)


detikTravel menghubungi Frederik pada Rabu (26/7/2017), Saat itu ia sedang berwisata bersama keluarganya di beberapa destinasi yang ada di Indonesia. Karena perasaan geramnya tersebut, ia membersihkan sampah-sampah tersebut. Karena Frederik merasa, bahwa Indonesia sudah menjadi rumah keduanya.

"Jika kamu tinggal di sini (Indonesia), kamu harus melakukan timbal balik. Meskipun hanya dengan 2 tangan, kamu bisa melakukannya. Indonesia sangat indah, kita jangan cuma mengeluh 'ah tempat ini kotor', tapi harus bergerak juga, membersihkannya," papar Frederik yang berprofesi sebagai digital marketer.

Bule Jerman ini juga sangat cinta dengan pariwisata Indonesia. Selain itu, Frederik juga peduli akan edukasi dan masalah-masalah yang ada di tanah air. Bahkan, ia juga tergabung dalam komunitas yang bergerak di bidang edukasi bernama 1.000 guru. Menurutnya, Indonesia juga sangat potensial dan butuh tunjangan untuk belajar.

"Di Indonesia banyak orang cerdas, hanya saja sarana dan fasilitasnya kurang memadai," tuturnya.

Frederik juga peduli terhadap perkembangan Indonesia (dok Istimewa)Frederik juga peduli terhadap perkembangan Indonesia (dok Istimewa)


Selain itu, ia juga memiliki harapan kepada Indonesia. Ia percaya bahwa Indonesia dapat menjadi negara makmur dalam 25 tahun ke depan, karena Indonesia memiliki banyak anak muda yang cerdas dan kreatif.

Frederik juga sangat mengedepankan ecotourism atau wisata ramah lingkungan. Di mana menjadi modal utama untuk menjaga kehidupan berkelanjutan. Yuk mulai jaga kebersihan dari diri sendiri!

"Kunci utama pariwisata adalah mengurus alam. Kita harus perjuangkan isu-isu kebersihan lingkungan karena itu dampaknya tidak hanya untuk hari ini, tapi berkelanjutan sampai nanti. Pariwisata Indonesia itu indah!" tutupnya. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED