Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Agu 2017 21:45 WIB

TRAVEL NEWS

Aduh... Masa Naik Sepeda Sambil Telanjang!

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Tren bersepeda sambil telanjang yang nyeleneh (Marko Djurica/Reuters)
Foto: Tren bersepeda sambil telanjang yang nyeleneh (Marko Djurica/Reuters)
Portland - Ada tren nyeleneh yang berkembang di luar negeri. Ribuan orang bersepeda sambil telanjang setiap tahunnya. Kira-kira apa ya alasannya?

The World Naked Bike Ride, alias Ajang Naik Sepeda Telanjang Dunia. Itulah nama resmi acara naik sepeda telanjang ini. Jangan heran, karena acara ini memang beneran ada, dan pengikutnya banyak sekali.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (3/8/2017), sejarah awal terselenggaranya ajang ini berawal di tahun 2003. Diinisiasi oleh Conrad Schimdt, ajang ini pertama kali berlangsung di Vancouver, Kanada.

Tujuan awal diselenggarakannya ajang naik sepeda telanjang ini adalah gerakan untuk menciptakan dunia yang lebih positif, lebih bersih, dan lebih aman untuk semua insan manusia. Caranya tentu saja dengan berkumpul dan bersepeda bersama-sama.

Peserta World Naked Bike Ride di Thessaloniki, Yunani (Alexandros Avramidis/Reuters)Peserta World Naked Bike Ride di Thessaloniki, Yunani (Alexandros Avramidis/Reuters)


Sepeda dipilih karena merupakan moda transportasi yang ramah lingkungan. Plus, kita akan jadi lebih sehat dengan mengayuh sepeda. Tetapi belakangan tidak hanya sepeda, skateboard juga turut digunakan dalam dalam acara ini.

Nah, mengapa mesti telanjang? Sebenarnya, tidak ada kewajiban bagi para peserta untuk telanjang bulat dalam event ini. Panitia membebaskan para peserta ajang ini untuk berekspresi sebebas mungkin, asal nyaman bagi mereka.

Para pesepeda telanjang melintasi Big Ben (Marko Djurica/Reuters)Para pesepeda telanjang melintasi Big Ben (Marko Djurica/Reuters)


Telanjang bulat hanyalah salah satu bentuk ekspresi yang dipilih oleh para peserta. Dengan telanjang, mereka merasa tidak ada sekat yang membedakan antara golongan yang satu dengan yang lainnya. Miskin dan kaya, tua dan muda, semua berbaur menjadi satu, tidak ada 'baju' yang membedakan kelas di antara mereka.

Kebanyakan peserta ajang ini memang telanjang, tetapi mereka masih tetap menutupi bagian intim mereka. Ada yang menggunakan plester hitam untuk menutupi bagian puting, ada juga yang menutupinya dengan body painting. Bebas saja, selama peserta merasa nyaman.

Banyak juga yang mengenakan kostum-kostum unik selama ajang ini digelar. Ada juga yang memakai wig, sampai topeng Donald Trump. Para peserta memang bebas untuk berekspresi.

Yang tidak boleh adalah apabila ada peserta yang memanfaatkan ajang ini untuk memuaskan hasrat seksual mereka. Pernah ada kasus peserta World Naked Bike Ride yang ereksi selama bersepeda. Pria pun langsung diminta pakai celana dan ditahan oleh polisi.

Nah, World Naked Bike Ride ini pun makin berkembang dan banyak peminatnya dari berbagai penjuru dunia. Akhrinya, setiap tahun banyak yang mengikuti ajang ini dan jadi tren tersendiri.

Kota tuan rumahnya pun tak hanya Vancouver, Kanada saja, tetapi banyak juga kota-kota besar lainnya di dunia. Sebut saja Portland, London, Canterburry, Melbourne, sampai Kota Zaragoza di Spanyol.

Ajang World Naked Bike Ride pun jadi event tahunan yang menarik banyak perhatian turis, serta warga lokal. Tak jarang, ada traveler yang jauh-jauh datang sengaja hanya buat ikutan ajang ini. Ada-ada saja ya! (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED