Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Agu 2017 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Pesan Duo Sahabat Soe Hok Gie Buat Pecinta Alam

Aristides Katoppo (Ahmad Masaul/detikTravel)
Sukabumi - Duo sahabat Soe Hok Gie memberi pesan penting bagi traveler saat menjelajah alam bebas. Jika diterapkan, dapat membantu kelancaran perjalanan kalian.

Hidup di zaman pergolakan membuat Herman Lantang jarang pulang kampung. Saat itulah ia ke gunung bersama sahabat-sahabatnya seperti Soe Hok Gie juga Aristides Katoppo.

"Pesan buat pecinta alam saat ini haruslah sering membaca buku, jujur, mencintai alam, dan jangan merusak dengan membuang sampah di gunung, harus hidup sehat, mampu menjaga pikiran juga menguasai emosi," kata Herman saat berbincang dengan detikTravel di Camping Ground Tanakita, Sukabumi, Jumat (25/8/2017).

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya sifat setia kawan. Dengan konsisten menjadi pecinta alam, maka kalian akan mendapat hal-hal positif.

"Dengan menjadi pecinta alam kita menghargai alam seisinya dan menghargai sesama. Di alam bisa membangun diri. Bisa menginspirasi orang. Memotivasi kehidupan orang lain," jelas Herman.

Pesan lainnya ditambahkan Aristides Katoppo (79). Anggota kehormatan Mapala UI ini lebih menekankan pada rasa cinta tanah air yang akhirnya berujung pada pengabdian kepada bangsa.

"Cintailah alam tanah air karena cinta itu kasih. Jadi lebih banyaklah memberi kebaikan kepada alam daripada mengambilnya. Sekarang kan sebaliknya," jelas dia.

Herman LantangHerman Lantang (Masaul/detikTravel)


Kata dia tak semua pecinta alam memenuhi hal itu. Maka keacuhan itulah yang akhirnya membawa petaka pada pecinta alam.

"Kalau tidak hati-hati gampang dikasih pelajaran oleh alam. Saya pernah terjebak di hutan Gunung Pangrango. Waktu itu ada badai dan pohon bertumbangan. Saya yakin hal itu adalah pelajaran yang bermakna dalam menghadapi situasi demikian," pungkas pria akrab disapa Tides itu.

Alam mengajarkan kita banyak hal bukan. Entah itu panorama cantik maupun musibah agaknya menjadi pelajaran berharga yang selanjutnya kita jaga bersama sebagai pecinta alam. Setujukah? (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA